Objek Wisata Waduk Jatiluhur Beserta Sejarah Dan Harga Tiket Masuk

Jika kamu berkunjung ke Purwakarta, jangan lupa untuk mampir ke destinasi objek wisata waduk jatiluhur. Tempat ini merupakan tempat favorit para wisatawan dan ikon Kabupaten Purwakarta yang sangat terkenal. Mendengar kata Jatiluhur sepertinya anda sudah tidak asing lagi di telinga anda, khususnya masyarakat yang berada di provinsi Jawa Barat. Nama Jatiluhur sendiri di ambil dari salah satu Kecamatan yang ada di Provinsi Jawa Barat, yaitu Jati Luhur. Mengapa Waduk Jati Luhur menjadi salah satu destinasi yang harus kamu kunjungi?

Sekedar tahu saja bahwa Waduk Jati Luhur merupakan sebuah bendungan dengan keindahan danau yang luar biasa. Tidak hanya itu, bendungan ini merupakan bendungan yang terbesar di Indonesia. Bendungan ini dibangun oleh seorang kontraktor asal Prancis. Dengan potensi ketersediaan airnya sebesar 12,9 miliar m3/tahun dan merupakan waduk serbaguna pertama di Indonesia. Tidak hanya sebagai bendungan terbesar, namun juga sebagai waduk serbaguna pertama di Indonesia. Waduk Jatiluhur sanggup menarik perhatian para wisatawan lokal, domestik, maupun mancanegara untuk berkunjung. Tempat wisata di Purwakarta yang merupakan muara sungai Citarum ini dilengkapi dengan beragam fasilitas dan akomodasi yang dapat memberikan kenyamanan kepada wisatawan.

Pembangunan Waduk Jatiluhur

Waduk Jatiluhur

Waduk Jatiluhur dibangun dengan membendung Sungai Citarum dengan luas daerah aliran sungai seluas 4.500 km2. Bendungan ini dibangun mulai tahun 1957 dengan peletakan batu pertama. Oleh Presiden RI pertama Ir Soekarno dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 26 Agustus 1967. Pembangunan bendungan Waduk Jatiluhur menelan dana US$ 230 juta. Nama bendungan waduk dinamakan Ir. H. Juanda karena untuk mengenang jasanya dalam memperjuangkan pembiayaan pembangunan Bendungan Jatiluhur. Yang merupakan Perdana Menteri RI terakhir dan memimpin kabinet Karya (1957 – 1959) bersama-sama dengan Ir. Sedijatmo dengan gigih memperjuangkan terwujudnya proyek Jatiluhur di Pemerintah Indonesia dan forum internasional. Genangan yang terjadi akibat pembangunan Bendungan Waduk Jatiluhur menenggelamkan 14 Desa dengan penduduk berjumlah 5.002 orang. Penduduk tersebut kemudian sebagian dipindahkan ke daerah sekitar bendungan dan sebagian lainnya pindah ke Kabupaten Karawang. Sebagian besar penduduk waktu itu bekerja sebagai petani.

Keindahan Waduk Jatiluhur

Tidak hanya keindahan yang di tawarkannya melainkan sejuta manfaat pun kita peroleh dari sana, misalnya di perairan Danau Jati luhur. Di sana terdapat budidaya ikan keramba jaring apung, yang menjadi daya tarik tersendiri. Ketika waktu siang atau dalam heningnya malam kita dapat memancing dengan penuh ketenangan sambil menikmati ikan bakar hasil tangkapan sendiri. Kawasan ini bisa kita tempuh lebih kurang 7 km dari pusat Kota Purwakarta. Stasiun Satelit Bumi ini berfungsi sebagai alat komunikasi internasional. Dengan jenis layanan yang disediakan antara lain International Toll Free Service (ITFS), Indosat Calling Card (ICC), international Direct, dan lainnya.

Tempat Hunting Foto

Di Waduk Jatiluhur pun tak kalah saing dengan tempat wisata lain, dan tempat ini bisa di jadikan wisata kelurga juga.  Dengan hamparan hijau yang dialiri sungai Citarum, sangat memesona jika tempat ini dijadikan sebagai objek pengambilan gambar atau foto. Tidak hanya itu, di sana kita juga akan disuguhkan dengan adanya “morning glory”. Morning glori merupakan jenis bunga berwarna ungu yang tumbuh di sana secara liar. Kalian bisa berfoto manja di sana baik dengan keluarga besar maupun dengan pasangan.

Fasilitas Waduk Jati Luhur

Bendungan ini terletak lebih kurang 9 km dari pusat Kota Purwakarta. Kawasan ini memiliki banyak fasilitas rekreasi yang memadai, seperti hotel dan bungalow, bar dan restaurant, lapangan tenis, bilyard, perkemahan. Kolam renang dengan water slide, ruang pertemuan, playground, sarana rekreasi. Dan olahraga air seperti mendayung, selancar angin, kapal pesiar, ski air, boating, dan lainnya.

Harga Tiket dan Jam Buka Waduk Jati Luhur

Jika anda telah memasuki gerbang wisata Bendungan Jatiluhur pengunjung diharuskan membayar tiket /  karcis yang sagat terjangkau. Hanya dengan membayar Rp. 20.000 setiap orang. Biaya tersebut hanya berlaku untuk masuk ke Kawasan Wisata Waduk Jatiluhur saja. Karena di dalamnya ada beberapa destinasi yang membuat kamu harus membayar kembali. Seperti untuk memasuki area waterboom cukup dengan membeli tiket sebesar Rp. 30.000 perorang untuk hari sabtu dan minggu. dan ungtuk hari biasa seperti hari senin sampai jumat sebesar Rp. 27.500. Dan jika anda berminat untuk berpetualang menggunakan Jetsky cukup dengan Rp. 100.000 anda dan kelurga bisa mengelilingi indahnya waduk jatiluhur

Pemanfaatan

Di dalam Waduk Jatiluhur tersebut terdapat 6 unit turbin dengan daya terpasang 187 MW. Dengan produksi tenaga listrik rata-rata 1.000 juta kwh setiap tahun, dikelola oleh Perum Jasa Tirta II. Selain dari itu Waduk Jatiluhur memiliki fungsi penyediaan air irigasi untuk 242.000 ha sawah (dua kali tanam setahun). Air baku air minum, budi daya perikanan dan pengendali banjir yang dikelola oleh Perum Jasa Trita II. Dan selain berfungsi sebagai PLTA dengan sistem limpasan terbesar di dunia kawasan Jatiluhur.

sumber : Wikipedia

Pencarian Terbaru: