Tempat Wisata Alam Danau Telaga Remis Kuningan

Telaga remis Kuningan ini merupakan salah satu objek wisata alam yang berada di Kabupaten Kuningan. Telaga remis Kuningan ini sebuah danau yang terletak di kaki kunung Ciremai, tepat nya di Desa Kaduela. Kuningan Kecamatan Mandiranc, yang berjarak kurang lebih 37 km dari pusat  kota Kuningan. Tempat wisata kuningan ini jangan lupa anda kunjungi karena tempat nya sangat bagus. Dan jangan lupa kunjungi Tempat wisata Cirebon juga.

Telaga Remis Kuningan

Telaga Remis kuningan

Nama Telaga Remis mempunyai arti tersendiri, nama telaga di ambil dari kata telaga dan bahasa sunda. Dan remis di ambil dari binatang sejenis kerang berwarna kuningan yang banyak hidup. Di sekitar tegal, binatang tersebut di kenal dengan sebutan remis. Telaga ini memiliki ciri khas tersendiri dengan air yang jernih dan juga dingin. Di dalam telaga ini memiliki banyak remis (sejenis kerang di air tawar). Dan remis juga sebagai sumber protein yang sangat baik, karena dapet di oleh menjadi makanan dan besar manfaatnya.

Kondisi Telaga Remis Kuningan

Hutan wisata Telaga Remis Kuningan memiliki area seluas kurang lebih 13 hektar. Sedangkan luas danaunya 3,25 hektar, yang di kelola oleh Perum Kehutanan kabupaten Kuningan. Terdapat 8 telaga yaitu. Telaga Leat, Telaga Nilem, Telaga Deleg, Situ Ayu Salintang, Telaga Teutik. Telaga Buruy, Telaga Tespong, dan Sumur Jalatunda. Hutan wisata Talaga Remis menyimpan keanekaragaman flora dan fauna, terdapat kurang lebih 160. Jenis tumbuhan di antara sonokeling, malaka, kosambi dan lain-lain. Salah satu daya tarik tempat ini adalah adanya satu jenis tumbuhan langka yaitu Pisang Hyang.

Sejarah Telaga Remis Kuningan

Menurut cerita yang berkembang secara lisan, asal muasal hutan Wisata Talaga Remis terkait dengan sejarah Kesultanan Cirebon. Sultan yang berkuasa di Cirebon pada waktu itu ialah Sultan Giri Laya. Sang Sultan mempunyai seorang puteri yang cantik jelita, bernama Ratna Pandan Kuning. Ratna Pandan Kuning adalah satu-satunya keturunan Sultan, calon penerus tahta Kesultanan Cirebon. Sang Puteri menarik beberapa kalangan untuk meminangnya, namun beberapa kali pinangan selalu ditolaknya. Sehingga membuat Sultan kebingungan. Apalagi ditengah situasi yang tidak kondusif. Sedang terjadi pertentangan antara Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Mataram. Sebenarnya Sultan mempunyai jagoan yang dipersiapkan. Sebagai calon menantunya yaitu Elang Drajat putra dari Banjar Melati. Dia adalah orang kepercayaan Sultan yang menjadi tameng pertamanya.

Sehingga agar tidak terjadi kecemburuan dari orang yang telah meminang Puteri dan setiap orang merasakan keadilan. Sultan Giri Laya mengadakan sayembara percobaan perang. Siapapun yang bisa mengalahkan Elang Drajat, akan dijadikan menantu Sultan Giri Laya atau Dalem Cirebon. Pada waktu itu Sultan Cirebon memindahkan pusat pemerintahan ke Matangaji, hingga Sang Sultan terkenal. Dengan sebutan Sultan Matangaji, Daerah kekuasaan Sultan Matangaji. Meliputi daerah Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Indramayu. Sultan Matangaji setiap tahunnya harus membayar upeti kepada Sultan Mataram. Yaitu Sultan Agung yang merupakan keturunan dari Amangkurat II. Sementara itu di wilayah lain ada seorang pemuda bernama Elang Sutajaya berniat berangkat menuju Cirebon didampingi. Pawongan Ki Lurah Bango dengan membawa keris pusaka yang bernama Keris Sekober. Untuk membantu Pangeran Selingsingan di Pakemitan Gedong Silarandenog.

Perjalanan Mencari Sang Sultan

Namun setelah sampai di Keraton Cirebon ternyata keraton sudah dikosongkan. Perjalanannya pun dilanjutkan untuk mencari Sang Sultan. Elang Sutajaya akhirnya bertemu dengan Sultan yang kini berada di Matangaji. Pada saat itu Sultan sedang bermusyawarah dengan putrinya dalam mengadakan syaimbara. Elang Sutajaya kemudian bertemu dengan Putri Ratna Pandan Kuning, Putri Matangaji tersebut. Tertarik oleh ketampanan dan kesopanan Elang Sutajaya. Setelah bercakap-cakap dengan Sultan Matangaji, Elang Sutajaya mengemukakan maksudnya untuk. Bertugas kemit atau juru kunci di Gedong Silaradenok membantu Pangeran Selingsingan. Sepeninggalnya Elang Sutajaya putri Matangaji menangis tiada hentinya. Sultan Matangaji mengerti akan maksud putrinya yang mencintai Elang Sutajaya.

Kemudian Elang Sutajaya datang kembali ke Matangaji, Putri Ratna Pandan Kuning sangat senang. Dengan kedatangannya dan mengutarakan keinginanya. Kepada Sultan agar menyetujuinya untuk menikah dengan Elang Sutajaya. Sultan Matangaji tidak keberatan dengan syarat Elang Sutajaya. Bisa mengalahkan prajurit-prajurit Banjar Melati yang dipimpin oleh Elang Drajat. Spontan saja Elang Sutajaya menyanggupinya. Hingga terjadilah pertarungan antara Elang Sutajaya dengan prajurit-prajurit banjar Melati. Secepat kilat anak buah Banjar Melati dipatahi oleh Elang Sutajaya. Sehingga ratusan prajurit banjar melati menjadi tumbuh-tumbuhan. Sultan Matangaji bermaksud membatalkan membayar upeti ke kerajaan Mataram. Sementara itu Pangeran Purbaya dari Mataram menuju ke Cirebon bermaksud untuk menagih upeti. Di kaki Gunung Slamet rombongan Pangeran Purbaya bertemu dengan rombongan Pangeran Selingsingan. Terjadilah peperangan yang seru dan memakan korban yang cukup banyak dari kedua belah pihak.

Pertarungan

Peperangan tiada hentinya, maka Sultan Matangaji memanggil mantunya Elang Sutajaya untuk membantu perang menumpas Pangeran Purabaya. Elang Sutajaya dalam mencari jejak Pangeran Selingsingan sampai di desa dukuh Puntang kecamatan Sumber. Diketahui peperangan sedang berjalan sengit dan seru antara Pangeran Purabaya dan Pageran Selingsingan. Pangeran Selingsingan mundur terus ke Desa Cikalahang, desa Mandala sampai. Ke Desa Kaduela Kecamatan Mandirancan Kabupaten Kuningan. Saking sedihnya Pangeran Selangsingan menangis karena perperangan tiada henti. Air matanya jatuh ke tanah hingga terjadilah kolam Nilam yang letaknya disebelah Talaga Remis Kuningan. Akhirnya Elang Sutajaya bertemu dengan Pangeran Purabaya lalu beradu ilmu kesaktian, Pangeran Purabaya terdesak dan berhasil dikalahkan.

Pengeran Purabaya berkata “Wahai Elang Sutajaya tolonglah aku diberi pengampunan, jangan bunuh aku karena aku adalah manusia biasa. Yang beragama”, Elang Sutajaya menjawabnya “Kamu bukan manusia yang baik. Beberapa tahun kamu berperang dengan Pangeran Selingsingan. Sedangkan kamu manusia yang mengerti sebagai mahluk sosial. Yang harus hormat menghormati, tolong menolong dan bantu membantu. Itulah arti hidup manusia, bukan untuk saling membunuh”. Elang Sutajaya meneruskan petuahnya bahwa sebagai umat beragama tidak boleh membuat kekacauan. Dan kejahatan dalam hidup bermasyarakat dan bernegara. Setelah selesai mendengarkan petuah. Elang Sutajaya Pangeran Selingsingan menangis. Tidak ada henti-hentinya dari air matanya hingga menjelmalah menjadi kolam Talaga Remis. Begitupun Pangeran Purabaya menangis dan akhirnya Pangeran Purabaya berubah wujud menjadi seekor Bulus atau kura-kura. Bulus tersebut diberi nama Si Mendung Purbaya. Bentuk bulus atau kura-kura itu mempunyai bentuk lain dari yang lain

Fasilitas Telaga Remis Kuningan

Talaga Remis Kuningan merupakan perpaduan antara pesona alam pergunungan hutan serta air talaga yang jernih. Bening laksana kaca didukung udara pergunungan yang sejuk menantang untuk berwana wisata menguak misteri hutan. Fasilitas yang tersedia adalah perahu motor, sepeda air, saung, pos jaga, pondok kerja, papan petunjuk, instalasi air bersih, shelter. Tempat sampah, bangku, MCK dan musholla. Ditempat ini dapat pula bersantai dan menikmati jajanan yang tersedia.

Harga Tiket Telaga Remis Cirebon

Tarif sepeda Motor Rp 1.000

Tarif Mobil Rp 2.500

Tarif mobil roda 6  atau bus Rp 5.000

Tiket masuk Rp. 7.500/orang

Rute Menuju Telaga Remis Kuningan

Rute menuju lokasi tidaklah sulit. Akses jalan yang bagus yang melewati Desa Cikalahang hanya terdapat beberapa bagian yang yang sedikit berlubang. Jarak dari kota Kuningan kurang lebih 37 KM. Akan lebih dekat jika kita dari arah Cirebon yang hanya 12 Km. Rute dari arah Cirebon, saya mengendarai sepeda motor menuju Sumber. Kemudian lanjutkan perjalanan ke arah Kab. Majalengka. Jika anda memasuki kawasan kerajinan Batu Bobos berarti anda telah dekat dengan lokasi, maka pelan-pelanlah memacu kendaraan anda.

Di Perempatan Cikalahang akan ada papan petunjuk mengarah ke sebelah kiri yang bertuliskan Objek wisata Telaga Remis. Ikutilah jalan itu hingga anda sampai di Balai Desa Cikalahang. Kemudian belok kiri sekitar 500 meter, kemudian ada papan petunjuk ke lokasi Telaga Remis menunjuk ke arah sebelah kanan. Ikuti jalan sampai anda memasuki gerbang masuk di Telaga Remis Kuningan. Disini anda akan dipungut sejumlah uang untuk retribusi masuk objek wisata. Anda dapat memarkir kendaraan anda kurang lebih 500 meter setelah masuk gerbang. Klik di sini.

Pencarian Terbaru: