Keindahan Tempat Wisata Telaga Cebong Wonosobo

Dieng ini merupakan daerah pegunungan yang kaya akan tempat wisata alam. Maupun bentang – bentang pegunungan yang sangat dramatis. Di dataran tinggi dieng ini banyak sekali telaga – telaga yang sangat ekotis dan banyak sekali di kunjungi wisatawan. Dieng ini memiliki Desa yang nobatkan sebagai Desa tertinggi di Pulau Jawa yaitu Desa Sembungan. Desa ini berada di ketinggian di atas 2000 mdpl, Desa inilah memiliki telaga yang cantik, telaga cebong wonosobo sebutannya. Mungkin nama cebong ini sangat unuk dan entah dari mana bahasa cebong ini berasal. Pada hakikatnya kata cebong ini berasal dari anak katak yang masih memiliki ekor dan belum berkaki.
Telaga Cebong Dieng Wonosobo

Tempat wisata alam telaga cebong wonosobo ini terletak di Desa Sembungan. Telaga cebong wonosobo ini merupakan tempat wisata Wonosobo andalan daratan tinggi dieng. Yang saat ini banyak sekali di kunjungi oleh wisatawan untuk menikmati keindahan telaga ini. Untuk pemandangan yang di tunggu para wisatawan adalah Sunrise. Yang ada di puncak yang terletak tidak jauh dari lokasi telaga cebong. Dan pemandangan seperti ini juga sangat di kenal dengan sebutan Golden Sunrise Sikunir. Dari puncak yang berada di dekat Telaga Cebong ini para wisatawan bisa melihat gunung gunung tinggi yang saling berjejeran.

Asal Mualas Julukan Telaga Cebong Wonosobo

Warga sekitar menyebut objek wisata ini dengan sebeutan telaga cebong dieng Wonosobo. Sebab wujud dari telaga tersebut yang mirip dengan anak katak/cebong. Tentunya ribuan wisatawan telah menginjakkan kaki di Telaga Cebong Dieng. Sebab, Telaga Cebong ini terletak persis di kaki Bukit Sikunir yang terkenal akan Golden Sunrise Sikunir. Akan tetapi dari telaga cebong Wonosobo yang di gunakan sebagai area parkir maupun tempat orang – orang. Yang menyeruput wedang hangat sebelum mendaki ke bukit sikunir, di samping parkir mobil mereka. Merupakan sebuah telaga yaitu Telaga Cebong Dieng. Kawasan wisata telaga cebong Wonosobo ini memiliki nuansa yang sangat berbeda. Letaknya yang berada di tinggian, yang membuat tempat ini begitu sangat spesial.

Telaga Cebong Wonosobo

Telaga ini yang terbentuk dari bekas kawah purba, dulu tempat ini memiliki luas kurang lebih 18 hektar. Tapi lama kelamaan luasnya menyempit hingga sekarang 12 hektar. Tidak hanya itu destinasi wisata, telaga cebong dieng ini juga menjadi sumber perairan sawah para petani. Dan beberapa tahun yang lalu, kawasan ini di keruk menggunakan alat berat. Untuk memperluas sisi – sisi telaga yang sudah di tumbuhi gambut dan tersedimentasi. Dalam prosespengerukan, di temukan kayu – kayu yang besar. Kayu tersebut sebenarnya bisa di jadikan sebagai bahan penelitian dan pembelajran generasi sekarang. Meskipun, akaibat keserakahan orang – orang tidak bertanggung jawab, kayunya di potong – potong untuk tujuan komersial.

Padahal kayu tersebut sangat langka di temukan di kawasan dieng. Warna kayu yang hitam, keras sekalim beratnya seperti besai, sebetulnya ada 2 telaga selain telaga cebong. Anda juga telaga lagi (paku baja) yang terketak di puncak gunung pakuwojo. Tempat di sekitar gunung, anda batu yang sangat mirip dengan paku, warga setempat menyebutnya pakuwojo. Ada kisah legenda atau sejarah yang terjadi di dua lelaga di Desa Sembungan ini. Serta cerita mitos tersebut masih di percaya hingga saat ini, kisahnya tersebar dari mulut ke mulut. Akan tetapi masih belum di ketahui kebenarannya dalam kisah ini memberikan pesan moral. Tentang rasa kekeluargaan, persaingan, kontruksi bangunan, cara mencapai tujuan lainnya.

Pemandangan Telaga Cebong Wonosobo

Pemandangan wisata telaga cebong dieng ini pasilah akan terlihat sangat indah jika di lihat dari puncak bukit sikunir. Jika anda ingin menghabiskan waktu fajar untuk menyaksikan indahnya. Golden sunrise sikunir pastikan anda langsung bergesa ke titik objek yang berada. Dengan ini anda akan memandang indahnya telaga cebong Wonosobo. Telaga yang memiliki posisi pas di tengah – tengah perbukitan yang menjadi daya tarik tersendiri. Dari telaga cebong wonosobo ini anda juga akan merasakan angin yang segar khas pegunungan di tepi telaga.

Telaga Cebong di Malam Hari

Bila amda hendak menikmati dinginnya malam Dieng, tidak sedikit. Para wisatawan memanfaatkan tepi Telaga Cebong untuk mengadakan acara camping. Telaga Cebong Dieng telah menjadi nadi kehidupan di Desa Sembungan merupakan desa tertinggi di pulau Jawa. Air telaga ini di manfaatkan untuk menyirami area pertanian kentang di kala musim kemaru tiba. Selain itu, resapan airnyapun untuk kebutuhan  sehari-hari desa setempat. Keindahan Dieng tidak ada habisnya air Telaga Cebong ini juga mengalur ke hilir dan membentuk air terjun. Yang sangat fenomenal yaitu Air Terjun Sikarim yang tepat berada di bawah Desa Sembungan Dieng. Air Telaga Cebong di pagi hari acap kali tampak berkilau seperti minyak bila disaksikan dari jalan menuju Gunung Sikunir. Hal ini juga menjadi momen terbaik untuk diabadikan oleh para pengunjung.

Selain untuk kepentingan pariwisata, Telaga Cebong juga menjadi tumpuhan harapan petani untuk setempat untuk mengairi ladangnya. Bila Anda berharap berkemah di tepi Telaga Cebong, tidak perlu bersusah payah membawa tenda dari rumah. Sebab, warga setempat telah banyak yang menyediakan jasa sewa tenda. Sekaligus menyediakan kayu bakar untuk kegiatan api unggun. Jadi, segala sesuatunya telah tersedia, wisatawan tinggal menikmati suasana malam yang sungguh-sungguh mengesankan. Menurut penuturan penduduk setempat, terdapat sebuag cerita yang berkembang dan dipercaya oleh warga Desa Sembungan. Dahulu, terdapat sebuah proses pembuatan telaga. Berawal dari sebuah perlombaan dari seorang bapak sakti yang mempunyai dua anak laki-laki.

Letak Dan Lokasi Telaga Cebong Dieng

Wisata Telaga Cebong berada di desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Desa Sembungan sendiri merupakan desa tertinggi di Pulau Jawa.

Jalur Akses Dan Tiket Masuk Ke Dieng

Jalur akses dan rute perjalanan menuju Desa Sembungan tempat Telaga Cebong berada cukup mudah. Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan sewaan seperti angkot atau ojek. Jarak dari kota Wonosobo (star di Alun-alun Wonosobo) ke Dieng memakan waktu sekitar 50 menit dengan kendaraan.
Dari Dataran Tinggi Dieng ambil jalur ke arah Desa sembungan yang berjarak sekitar 4 km. Jalan ke Desa Sembungan memang agak menanjak dan berkelok-kelok. Jadi Anda perlu berhati-hati saat berkendara. Setelah 15 menit perjalanan dengan kendaraan Anda akan berjumpa. Dengan gerbang masuk desa yang mirip candi dengan tulisan “Welcome to SEMBUNGAN VILLAGE”. Memasuki Desa Sembungan Anda akan disuguhi pemandangan Telaga Cebong dan rumah-rumah penduduk dengan mesjid-mesjid berkubah tinggi yang menarik. Di dekat wisata alam Telaga Cebong terdapat area parkiran yang cukup luas untuk para pengunjung memarkirkan kendaraannya

Pencarian Terbaru: