Tempat Wisata Prewedding Di Tebing Keraton Bandung

Tebing Keraton Bandung adalah nama sebuah tempat wisata bandung yang masih termasuk kedalam kawasan Taman Hutan Raya Ir.H.Djuanda. Taman kota yang berada di kawasan perkotaan bandung. Objek wisata ini sebenarnya bernama Tebing Karaton bukan Tebing Keraton seperti yang saat ini anda kenal. Namun karena orang-orang lebih familiar dengan sebutan “Keraton” dibanding “Karaton”. Maka nama Tebing Keratonlah yang sering diucapkan oleh orang untuk merujuk ke tempat wisata ini.

Keindahan Tebing Keraton Bandung

tebing keraton bandung

Tebing ini langsung populer di kalangan para wisatawan salah satunya berkat media sosial. Menyebarkan foto-foto selfi dengan backround yang bagus dan indah dengan pemandangan alam. Dan membuat orang-oarang jadi penasaran dengan tempat ini. Para wisatawan sepertinya sangat tertantang dengan pembuktian langsung dengan keindahan dari panorama alam di atas tebing ini. Tanpa melihat melalui sebuah foto yang tersebar di media sosial saja. Dengan kertinggian 1200 meter DPL, view yang anda hasilkan di atas tebing ini. Bagaikan sebuah hamparan karap hijau dengan pepohonan lembah yang menjadi corak utamanya.

Tidak hanya itu saja kebanyakan para wisatawan datang ke tebing ini pada awal waktu hanya untuk menyaksikan sunrise dari tebing ini. Matahari yang terbit seakan membuka semua tirai dari lebatnya kabut yang menutupi hamparan pepohonan di sekitar tebing ini. Begitu pula dengan sunsetnya (Matahari terbenam). Momen sunset yang terekam di tebing ini menjadi sebuah alasan bagi para wisatawan untuk tidak beranjak pergi dari tebing ini. Karena pada waktu inilah momen paling romantis yang terjadi di Tebing Keraton. Dengan panorama alam yang memukau tidak heran jika tebing ini sering dijadikan. Sebagai spot pengambilan gambar photography untuk keperluan iklan maupun prawedding. Dan salah satu spot terbaik mengambil gambar di tebing ini terletak pada sebuah bongkahan batu. Yang cukup besar dan berada tepat di tepi tebing ini. View yang dihasilkan dari atas sini tidak akan kalah dengan view dari atas Sabang Hill, di Sabang.

Tiket Masuk Ke Tebing Keraton Bandung

Tiket masuk ke objek wisata tebing yang murah

KETERANGANHARGA
Tiket MasukRp. 11.000/orang
Parkir MobilRp. 10.000
Parkir MotorRp. 5.000

Tiket masuk sudah termasuk Asuransi Rp 1.000.

Jam buka objek wisata ini pada pukul 08.00 – 18.00 WIB.

Rute Menuju Tebing Keraton Bandung

Bagi anda yang baru pertama kali akan ke tebing ini sepertinya butuh sedikit bantuan. Apalagi jika anda yang datang dari luar daerah. Rute ini tentu akan mempermudah perjalanan anda sampai ke objek wisata Tebing Keraton. Nah jadi, rute yang paling mudah bisa anda tempuh ke objek wisata ini dimulai dari Stasiun Bandung. Kemudian anda lanjutkan perjalanan anda ke Jl. Ir. H. Djuanda dan terus menuju ke arah ITB (Institut Teknologi Bandung). Setelah melewati jalan layang pasopati anda akan sampai di terminal Dago. Dari terminal ini anda lurus saja hingga menemukan jalan yang bercabang dua. Jalan yang sebelah kiri menuju daerah Dago Giri sedangkan yang kanan menuju bukit Dago Pakar.

Ambil jalan sebelah kanan yang menuju ke bukit Dago Pakar. Terus saja hingga beberapa ratus meter anda akan menemukan simpang tiga. Pilih jalan sebelah kiri yang ke arah Taman Hutan Raya Djuanda (Tahura Djuanda). Setelah itu teruskan perjalanan hingga anda menemukan simpang dua ambil jalan yang sebelah kanan. Tidak begitu jauh dari simpang dua tersebut anda akan menemukan Warung Bandrek. Biasanya para wisatawan beristirahat di warung ini sebelum melanjutkan perjalanan yang sudah tidak begitu jauh dari tebing. Setelah itu anda lanjutkan perjalanan dan tidak begitu jauh dari warung tersebut. Anda akan bertemu dengan simpang dua lagi, ambil jalan yang sebelah kiri. Terus saja hingga anda menemukan gapura pintu masuk dari Tebing Keraton.

Sejarah Tebing Keraton Bandung

Wisata Gunung Tangkuban Perahu dan Curug Bidadari yang mempunyai sejarah maupun asal usul, tebing ini pun juga mempunyai cerita tersendiri. Sebelum bernama Tebing Keraton, objek wisata ini awalnya bernama Tebing Jontor. Karena bentuk tebingnya yang agak maju kedepan. Kemudian pada tahun 2014 sang penemu. Objek wisata ini yang biasa disapa Pak Ase mengganti nama objek wisata ini menjadi Tebing Keraton. Pak Ase mengaku, nama Tebing Keraton ini tiba-tiba muncul dibenaknya pada tengah malam. Saya berasumsi, ide nama ini tiba-tiba muncul karena Pak Ase sering membayangkan kemegahan, keindahan alam yang tersaji pada tebing ini. Jadi penamaan ini mungkin bentuk apresiasi Pak Ase pada sebuah kemegahan dan keagungan alam. Yang terlukiskan dibenaknya yang hanya bisa disetarakan dengan sebuah Keraton. Agar tidak penasaran, anda bisa ke objek wisata ini dan menanyakan langsung ke Pak Ase perihal penamaan objek wisata ini.

Pencarian Terbaru: