Sejarah Tempat Wisata Sungai Kapuas Kalimantan

Sungai Kapuas Buhang atau Batang Lawai yang merupakan sungai berada di Kalimantan Barat. Sungai ini yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Kalimantan. Dan sekaligus menjadi sungai terpanjang di Indonesia Dengan panjang mencapai 1.143 km. Nama sungai Kapuas ini yang di ambil dari daerah Kapuas (dan sekarang Kapuas Hulu).

Sungai Kapuas

Sehingga nama sungai yang mengalir dari Kapuas Hulu, dan hingga muharanya di sebut sungai Kapuas. Namun kesultanan Banjar yang menyebutnya Batang Lawai. Dan yang mengacau pada nama daerah Lawie atau Lawai ( dan sekarang kabupaten Melawi). Sehingga nama sungai yang mengalir di kabupaten Melawi hingga muaranya di sekitar kota Pontianak di sebut Sungai / Batang Lawai. Baca juga danau jempan kalimantan

Sejarah Sungai Kapuas

Sungai Kapuas yang membenteng sepanjang 1.143 Km di Pulau Kalimantan, dan juga menjadi ikon Kota Pontianak. Salah satu perannya yang penting Sungai Kapuas adalah menjadi pemersatu berbagai suku bangsa yang ada di Kalimantan Barat. Tercatat ada suku Dayak, Melayu, Tionghoa yang menjadi penghuni tepian sungai. Keberagaman suku yang tinggal berdampingan, serta terjalin nya ikatan ekonomi dan sosial. Yang menyebabkan berasimilasi nya budaya dari ketiga suku ini, bersama-sama membentuk budaya Kalimantan Barat yang unik dan eksotis.

Sungai Kapuas juga yang menjadi bukti sejarah yang terbentuk nya kota Pontianak dan kerajaan. Yang sangat besar di seluruh dunia Kalimantan Barat, jika di lihat secara geografis. Sungai ini yang mengalir wilayah Pontianak, Kubu, Tayan, Meliau, Sanggau, Sekadau, Sintang, Serta Kapuas Hulu. Dan di beberapa wilayah pinggiran sungai Kapuas terbentuk sebuah kerajaan Melayu. Yang cukup berpengaruh seperti Tayan, Meliau, Sanggau, Sekadau, Sintang, Silat, Selimbau, Piasa, Suhaid, Jongkong, dan Bunut Ozinga.

Sungai Kapuas berperan sebagai mata rantai yang vital untuk arus distibusi barang dan jasa. Badan sungai yang lebar, dengan kedalaman hingga 27 meter. Yang menjadikan Sungai ini sangat cocok di lalui lalu lintas barang dan penumpang. Di salah satu sudut Pasar Tengah di Kota Pontianak, yang terdapat Pelabuhan Senghie. Yang merupakan salah satu pelabuhan tertua di Kalimantan Barat. Segala transportasi distibusi barang – barang dari kebutuhan pokok, barang pendukung lain. Hingga turun naik penumpang masih di jalankan dari pelabuhan Senghie yang masih cenderung tradisional ini. Untuk kapal – kapal dari luar pulau Kalimantan yang memuat penumpang dan kargo. Baca juga pasar terapung lok baintan

Fasilitas Sungai Kapuas

Pelabuhan modern dengan fasilitas yang sangat lengkap juga terletak di badan Sungai Kapuas, Pelabuhan Dwikora II yang siap melayani. Meskipun infrastuktur transportasi darat di Kalimantan Barat yang meningkat pesat beberapa tahun belakangan. Masih terdapat daerah – daerah yang bergantung kepada Sungai Kapuas sebagai mata rantai. Untuk mendistribusikan barang-barang dari dan ke daerah tersebut, anak Sungai Kapuas juga yang berfungsi. Sebagai jalur penghubung daerah penghasil komoditas pertanian dan barang perdagangan lainnya.

Pontianak sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Barat, dibelah oleh Sungai Kapuas menjadi beberapa bagian. Yaitu Pontianak Barat, Pontianak Selatan, Pontianak Timur dan Pontianak Utara. Di setiap bagian Kota Pontianak ini juga, Sungai Kapuas memegang peranan penting. Habitat bagi lebih 700 jenis ikan dengan sekitar 12 jenis ikan langka. Dan 40 jenis ikan yang terancam punah, yang mendiami Sungai Kapuas juga menjadi semakin rentan. Potensi perikanan air tawar di sungai Kapuas adalah. Mencapai 2 juta ton juga bisa dipastikan terancam bila tidak segera dilakukan tindakan.

Letak Sungai Yang Sangat Strategis

Sungai ini yang terhampar membelah provinsi Kalimantan Barat dengan berhulu di Kabupaten Putussibau. Yang melewati Kabupaten Sintang, Sekadau, Sanggau, dan Pontianak. Lebar sungai ini sebesar 70-150 meter dan  tidak pernah kering sepanjang tahun. Pada zaman dahulu hingga sekarang Kapuas yang menjadi jalur transportasi. Pada masa penjajahan Belanda, Kapuas menjadi kawasan strategis yang harus mereka dikuasai. Berbagai macam ekspedisi operasi, serta pengiriman supply logistik. Untuk menguasai daerah Kalimantan Barat di lakukan melalui jalur Sungai Kapuas.

Pada masa kemerdekaan sungai yang memiliki peran begitu penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Kapuas ini yang menjadi penyalur berbagai macam keperluan. Tercatat pada saat konfontasi Malaysia dan Indonesia pada tahun 1963, sungai. Digunakan untuk mobilisasi pasukan dari Pontianak ke sepanjang perbatasan dengan menggunakan perahu motor.

Sungai Kapuas

Di samping penuh dengan nilai guna, Sungai ini juga yang memiliki keindahan dan keesotisan tersendiri. Beberapa tempat wisata Kalimantan dan tempat bersejarah untuk di kunjungi. Kapuas memiliki hubungan yang sangat erat degan kota Pontianak. Mulai dari sejarah pendirian kota hingga kehidupan sehari – hari masyarakat. Dan anda beberapa objek bersejarah yang dapat kalian kunjungi sepanjang sungai. Diantara nya Masjid Jami, Istana Keraton Kadariyah, Makan Batu Layang, hingga Tugu Khatulistiwa.

Istana Keraton Kadariah ialah bangunan peninggalan islam pertama di Pontianak. Bangunan ini yang terletak tepat di tepian Kapuas di Kecamatan Sungai Kunyit Pontianak. Bangunan Megah ini didirikan oleh, sultan Syarif Abdurahman pada tanggal 23 Oktober 1771. Tanggal tersebut kemudian dijadikan sebagai hari jadi Kota Pontianak. Bangunan ini sangat bersejarah bagi warga Pontianak karena bangunan ini lah awal terbentuknya kota Pontianak.

Yang kedua yaitu Masjid Jami, Masjid yang merupakan simbol kesultanan islam pada masa itu. Letak masjid ini yang berdekatan dengan keraton kadariyah, dengan jarak sekitar 300 meter. Di sinilah letak awal persebaran islam di daerah Kalimantan Barat. Di samping ini kalian juga dapat menikmati keekostisan bangunan masjid yang di buat oleh sultan Syarif Abdurahman. Bangunan ini yang memiliki dimensi 33 x 27 Meter, pada arsitekturnya bangunan ini. Yang mengamburkan arsitektur budaya melalui islam dan Eropa. Bangunan ini juga seluruhnya di buat menggunakan bahan kayu belian atau ulin.

Makam Batu Layang yang merupakan makam dari para sultan kerajaan Pontianak dan keluarganya. Makam berada di pinggir Kapuas di kecamatan Jungkat, Kab Mempawah. Berdasarkan cerita masyarakat, lokasi ke tiga tempat bersejarah dekat di Kapuas ini berada dalam garis lurus. Batu layang adalah tempat awal sejarah Sultan Abdurahman yang mendirikan kota Pontianak. Tidak diketahui secara jelas mengapa sultan memilih tempat ini. Namun tempat ini memiliki makna tersendiri bagi warga Pontianak.

Jembatan Sungai Kapuas

Untuk menikmati keindahan kalian dapat berkunjung ke salah satu spot plaing yang menarik di kota Pontianak yaitu alun – alun Kapuas. Dan disana kalian dapat bersantai di tepian sambil keindahan sungai. Jangan beranjak sebelum kalian mencoba untuk berkeliling sungai. Kalian harus mencoba untuk menaiki kapal Galaherang. Kapal yang merupakan cafe terapung yang akan memanjakan penumpangnya. Dengan berbagai kuliner sekaligus berkeliling sungai ini. Kalian dapat berkunjung pada sore dan malam hari untuk naik kapal Galaherang ini. Nantinya kalian akan melihat indahnya pantulan cahaya lampu perkotaan di atas  Kapuas.

Puaka Sungai

Puaka atau sering di sebut puake oleh masyarakat Pontianak yang merupakan sebuah istilah. Yang di gunakan untuk menyebut penunggu atau penjaga sungai ini. Menurut mitos setempat, di dasar Kapuas terdapat kerajaan ghaib. Sedangkan puake adalah penjaga kerajaan tersebut.

Alkisah puake yang memiliki bentuk seperti ular raksasa yang sangat besar. Dan jika di ukur ekornya yang berada tepat di muara sungai sekayam dan kepalanya. Yang berada di daerah pancur aji, di tukungan sungai. Apabila air pasang di daerah pancur aji, maka akan ada pusaran air besar.