Tempat Wisata Religi Ziarah Ke Makam Sunan Gunung Jati Cirebon

Makam Sunan Gunung Jati Cirebon atau yang dikenal juga sebagai Syarif Hidayatullah terletak di Cirebon Jawa Barat. Beliau merupakan salah seorang anggota Walisongo berdarah bangsawan. Beribu pada Nyai Rara Santang, puteri Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi. Ayahnya Syekh Maulana Akbar berasal dari Negeri Gurajat-India Selatan dan seorang ulama besar. Dan cucu raja Pajajaran ini merupakan satu-satunya anggota Wali Songo penyebar agama Islam di Tatar Pasundan atau Jawa Barat.

Makam Sunan Gunung Jati Cirebon terletak di Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kompleks pemakaman ini menempati lahan seluas 4 hektar. Dan menjadi tempat wisata di Cirebon yang selalu ramai oleh peziarah. Terutama pada waktu-waktu tertentu, seperti malam jum’at Kliwon, peringatan maulid Nabi Muhammad S.A.W. Ritual Grebeg Syawal, ritual Grebeg Rayagung, dan ritual pencucian jimat.

Wafatnya Sunan Gunung Jati Cirebon

Makam Sunan Gunung Jati cirebon

Syekh Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati berpulang ke rahmatullah. Pada tanggal 26 Rayagung tahun 891 Hijriah atau bertepatan dengan tahun 1568 Masehi. Tanggal Jawanya adalah 11 Krisnapaksa bulan Badramasa tahun 1491 Saka. Meninggal dalam usia 120 tahun, sehingga putra dan cucunya tidak sempat memimpin Cirebon karena meninggal terlebih dahulu. Melainkan cicit nya yang memimpin Kesultanan Cirebon setelah wafatnya Syarif Hidayatullah. Syekh Syarif Hidayatullah kemudian dikenal dengan Sunan Gunung Jati karena dimakamkan di Bukit Gunung Jati.

Makam Sunan Gunung Jati dikelilingi beberapa makam orang-orang besar lainnya yang termasuk keturunan dan tetuanya. Di antaranya adalah makam Fatahillah, Syarifah Mudaim, Nyi Gedeng Sembung, Nyi Mas Tepasari. Pangeran Dipati Cirebon I, Pangeran Jayalelana, Pangeran Pasarean, Ratu Mas Nyawa, dan Pangeran Sedeng Lemper. Di luar tungkub makam terdapat dua makam keramat lainnya yang diduga sebagai orang dekat Sang Sunan. Yaitu makam Pangeran Cakrabuana dan Nyi Ong Tien, mertua dan istri Sunan Gunung Jati.

Sejarah Singkat Sunan Gunung Jati Cirebon

Mula-mula Syarif Hidayatullah berangkat ke Mekah dengan menumpang kapal niaga yang akan mengangkut rempah-rempah dari Sumatera ke Laut Merah. Ia pun bermukim di Tanah Suci sambil melanjutkan pelajaran agama. Ia berguru dengan beberapa orang syekh di sana, dan mengambil beberapa ijazah tarekat Syadziliyah dan Naqsabandiyah. Sepulangnya dari Mekah, ia singgah di Pasai dan berguru kepada Syekh Datuk Muhammad Sidiq. Seorang guru yang sekaligus ayah dari Sunan Giri. Di sana ia diajari Tarekat Anfusiyah dan namanya diganti Abdul Jalil. Kemudian ketika hendak berguru kepada Syekh Bentong di Karawang, justru Syekh Bentonglah yang mau berguru kepadanya. Ia pun ditunjukkan guru ruhani yang masyhur, yaitu Syekh Haji Jubah. Lagi-lagi ia pun menolak untuk menjadi gurunya.

Sebelum akhirnya memutuskan untuk hijrah ke wilayah barat, Syarif Hidayatullah singgah di Demak. Dan ini merupakan ekspansi awal dalam menguasai Tanah Jawa memukul mundur pasukan Majapahit. Kemudian dibantu putranya, Hasanuddin, ia melancarkan ekspedisi militer Demak melawan Banten Girang yang menguasai Selat Sunda. Dan melawan ibu kota Padjajaran yang secara formal menguasai seluruh kawasan Jawa Barat. Lalu ia memutuskan untuk bertempat di Cirebon, dengan pertimbangan sebagai kota pelabuhan. Yang menempati posisi strategis antara dua kesatuan politik dan kultral pulau Jawa: kawasan Jawa dan Sunda.

Keramat Makam Sunan Gunung Jati Cirebon

Makam Sunan Gunung Jati terkenal kehebatanya, konon orang-orang yang berziarah disana dan berdo’a di sana. Lebih banyak menerima rezeki dengan cara yang halal, itu sebabnya banyak orang yang mengkramatkan makam ini. Bahkan ada salah satu kisah yang cukup menarik perhatian tentang makam Sunan Gunung Jati dari salah seorang peziarah.

Alamat Makam Sunan Gunung Jati Cirebon

Makam Kanjeng Sunan Gunung Jati terletak di Jalan Raya Sunan Gunung Jati, Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat, Provinsi: Jawa Barat. Banyak peziarah yang berkunjung ke makam Kanjeng Sunan Gunung Jati. Pengunjung biasanya akan ramai memadati makam jika memasuki libur panjang. Seperti lebaran ataupun hari libur biasa seperti hari minggu dan juga hari libur nasional lainya. Bila anda tertarik berziarah ke makam Sunan Gunung Jati anda bisa menggunakan biro perjalanan. Wisata ziarah atau bila ingin berkunjung secara pribadi bersama keluarga cukup mudah untuk menemukanya. Karena di sepanjang jalan di kota cirebon banyak petunjuk arah menuju makam Sunan Gunung Jati.

Harga Tiket Masuk Makan Sunan Gunung Jati Cirebon

Sebetulnya untuk memasuki objek wisataziarah tidak dipungut biaya apapun. Hanya saja sebelum anda memasuki tempat ziarah ada tiga orang bapak-bapak yang akan meminta iuran seiklasnya kepada para pengunjung. Meski seikhlasnya, kenyatannya bapak-bapak ini mencegat setiap pengunjung yang akan masuk ke gerbang makam Sunan Gunung Jati. Tidak hanya bapak-bapak ada pula anak kecil yang terus meminta uang dengan cara memaksa. Malah anak kecil sering beralasan menjaga sandal atau sepatu pengunjung.