Objek Wisata Taman Air Mancur Sri Baduga Situ Buleud Purwakarta

Pertunjukan air mancur menari di. Taman Air Mancur Sri Baduga Situ Buleud diklaim mampu menyaingi hal serupa yang berada di luar negeri. Meski demikian sejak peresmian tahap pertama sekira tiga tahun lalu. Hingga peresmian tahap tiga taman tersebut bisa dinikmati secara gratis oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Air mancur taman air tersebut kini layak disandingkan dengan Time of Wings Singapura, bahkan melebihinya. Pada peresmian tahap II-nya Sabtu (9/1) lalu. Taman Air Sri Baduga situ buleud resmi menjadi air mancur terbesar di Asia Tenggara.

Warga Purwakarta, pada umumnya, patut berbangga. Secara khusus, peresmian Taman Air Mancur Sri Baduga menjadi tonggak. Sejarah baru bagi Indonesia untuk dunia karena anak bangsanya mampu menciptakan karya luar biasa. Pada peresmian tahap II. Taman Air Sri Baduga dilengkapi dengan air mancur menari setinggi enam meter. Serta papan berbentuk “T” di tengah danau yang diperuntukkan sebagai tempat pementasan tari di sela pertunjukkan air mancur. Untuk melengkapi suasana taman, sorotan lampu laser siap memberi efek untuk memperindah Taman Air Mancur Sri Baduga.

Sri Baduga Situ Buleud

Tentang Taman Sri Baduga Situ Buleud

Dulu, saat Tempat Wisata Purwakarta masih berupa hutan belantara, Situ Buleud adalah danau tempat berkubangnya para badak. Kini, satu-satunya badak yang tersisa adalah patung badak putih di depan Taman Sri Baduga situ buleud. Danaunya sekarang sudah dibersihkan dan dipercantik tentunya. Kursi tribun berkapasitas 5.000 orang disusun bertingkat mengelilingi danau seluas 4 hektare tersebut. Mirip amphiteater, tapi panggungnya danau. Di tengah danau, terdapat patung Sri Baduga yang dikelilingi empat ekor macan. Kabarnya, Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi dipilih menjadi patung utama Situ Buleud. Karena merupakan sosok raja yang mengedepankan nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Keindahan Situ Buleud

Taman ini dulu dikenal dengan sebutan Taman Situ Buleud, hanya sekadar taman untuk berolahraga pagi atau duduk-duduk santai. Kini Taman Air Sri Baduga situ buleud. Telah menjadi taman air mancur yang mirip dengan taman air mancur di Danau Burj Khalifa, Dubai, Uni Emirat Arab. Hingga detik ini, Taman Air Mancur di Danau Burj Khalifa masih memegang rekor sebagai taman terbaik dan terbesar di dunia. Taman Air Mancur Sri Baduga kini memiliki kurang lebih 100 pipa yang bisa memancarkan air setinggi 10 meter.

Pipa air tersebut mengelilingi taman air berluas 2 hektar. Berhiaskan kerlap-kerlip lampu dengan paduan warna yang cantik, dan juga musik yang membuat air ‘menari’ mengikuti irama musik. Taman Air Mancur Sri Baduga akan dibuka untuk umum. Dan bagi pengunjung tidak dipungut biaya untuk menyaksikan pertunjukan ‘tarian’ air mancur. Bagi kamu yang ingin menyaksikan pertunjukan. Air mancur di Taman Air Mancur Sri Baduga Purwakarta sebaiknay mengatur waktu objek wisata menjelang jam pertunjukan.

Pertunjukan Air Mancur

Pertunjukan air mancur akan digelar rutin setiap hari Sabtu malam pada pukul 19.30 WIB dan berakhir pukul 22.30 WIB. Jika kamu hanya sekadar ingin menikmati suasana taman air mancur. Maka kawasan Taman Air Mancur Sri Baduga situ buleud akan dibuka secara umum setiap harinya. Pada hari biasa, air mancur tetap akan menyembur tetapi tanpa ada efek tambahan. Untuk pagi hari dibuka mulai pukul 05.00 WIB hingga 09.00 WIB berbarengan dengan waktu olah raga masyarakat. Adapun pada malam hari kawasan tersebut dibuka sejak pukul 17.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB.

Cara menuju ke Air Mancur Sri Baduga

Dari Jakarta (Cawang), masuk tol Jakarta-Cikampek, kemudian lanjut ke Tol Purbaleunyi. Ambil Exit Sadang, kemudian kamu akan keluar di Jalan Sadang, lanjutkan ke Jalan Veteran, kemudian Jalan Jend. Sudirman, masuk ke Jalan KK Singawinata, lalu sampai, deh, di Taman Sri Baduga situ buleud. Kalau kamu dari Bandung (Pasteur), masuk Tol Purbaleunyi, ambil Exit Jatiluhur dan keluar di Ciganea. Lanjutkan ke Jalan Basuki Rahmat, teruskan ke Jalan Kapten Halim, masuk ke Jalan Siliwangi.  Taman Air Mancur Sri Baduga dilalui oleh Jalan Siliwangi dan Jalan KK Singawinata. Jadi, dari mana pun kamu berangkat, arahkan GPS-mu ke satu dari kedua jalan tersebut. Mencari parkirnya pun tidak sulit. Begitu masuk ke Jalan Siliwangi atau Jalan KK Singawinata, sudah ada petugas keamanan atau petugas parkir yang mengarahkan. Untuk mengakomodasi jumlah pengunjung yang ribuan, lapangan sekolah pun tak ketinggalan dijadikan tempat parkir.