Keindahan Dan Sejarah Situ Wanayasa Purwakarta

Daerah Purwakarta terutama daerah bagian atas menuju Ciater Subang terdapat kecamatan. Wanayasa yang terkenal sejuk dan memilki berbagai macam hasil perkebunan karena merupakan daerah yang subur. Didekat kecamatan wanayasa terdapat sebuah danau yang dikenal dengan Situ Wanayasa. Situ Wanayasa terletak di Kecamatan Wanayasa Kabupaten Purwakarta, ±23 km sebelah Tenggara kota Purwakarta. Penduduk setempat menyebutnya Situ Wanayasa. Dari Purwakarta anda bisa menjangkau lokasi dalam waktu kurang lebih 40 menit melalui Pasar Rebo menuju jalan Jl. Kapten Halim dan Raya Wanayasa.

Situ Wanayasa

Keindahan Dan Potensi Yang Ada di Situ Wanayasa

Situ wanayasa adalah sebuah danau yang terletak di dalam sebuah pulau, dan terdapat semua tempat makam tua.  Kata orang ini adalah makam seorang R.A Suriawinata. Suriawinata sendiri adalah salah satu orang yang terkenal yang mendirikan purwakarta. Dan beliau juga pernah menjabat sebagai Bupati karawang yang ke 9 dan wafat tahun 1827 lalu di makamkan di sini. Maka dari itu selain tempat wisata purwakarta  ini juga untuk berlibur tapi untuk berziarah juga. Pulau kecil ini di tumbuhi oleh sederetan pepohonan pinus. Pada saat ini Situ Wanayasa, merupakan sebuah danau (situ) dengan luas sekitar 7 hektar. Dikelilingi pohon-pohon, bukit-bukit hijau, air danaunya bersih dan alami. Memiliki ketinggian sekitar 600 meter dari permukaan laut dengan temperatur udara rata-rata berkisar antara 17 sampai dengan 20 derajat Celsius.

Prasarana yang sudah tersedia, listrik, telepon dan kendaraan umum. Untuk meningkatkan akses dan kenyamanan bagi pengunjung, jalan menuju Situ Wanayasa telah dihotmix. Penataan Gedung Kewedanaan menjadi sarana aktifitas kebudayaaan dan pembangunan sarana objek wisata berupa Guest House. Pada tahun 2007 Badan Pariwisata Kabupaten Purwakarta telah melakukan upaya penataan kawasan Situ. Antara lain pembuatan gazebo, yang dapat dimanfaatkan pengunjung untuk tempat beristirahat sambil menikmati keindahan panorama Situ Wanayasa. Selain itu pula telah dibuat juga jembatan semi permanen yang menghubungkan dari sisi ke pulau kecil yang terletak ditengah situ. Sehingga kini pulau kecil yang berada ditengah situ dapat dicapai pengunjung dengan mudah. Dimana dalam tahun yang sama telah dilakukan pula penataan taman ditengah Situ tersebut. Antara lain penyediaan beberapa tempat duduk yang dapat dipakai pengunjung untuk bersantai.

Sejarah Tentang Situ Wanayasa

Pada zaman purba daerah Wanayasa adalah sebuah daerah di kaki. Gunung Burangrang namun sebelumnya dalam hitungan jutaan tahun yang lalu berada di kaki Gunung Sunda. Daerah Wanayasa saat ini berada dibawah kaki gunung tangkuban perahu dan terkenal. Sebagai daerah yang subur karena merupakan daerah abu volkanik ketika Gunung Sunda meletus. Meletusnya Gunung Sunda juga menyebabkan terbentuknya cekungan-cekungan dalam radius 100 km. Salah satu cekungan pada  bagian selatan Gunung Sunda  dikenal sebagai cekungan Danau Bandung Purba. Sedangkan pada bagian utara menyisakan cekungan yang disebut sebagai Situ Wanayasa dan Situ Cibeber dan dikenal sebagai “pangparatan” Situ Wanayasa. Tanda-tanda bahwa Situ Wanayasa merupakan situ alam antara lain. Dengan banyaknya sumber air di area dan di dalam Situ itu sendiri.

Oleh karena itu, sampai sekarang belum diketahui kedalaman sesungguhnya dari Situ Wanayasa itu. Karena tak pernah kering sama sekali dan bentuknya seperti kuali sehingga membuat Situ sangat kokoh. Dengan bagian terdalam diduga berada di bagian barat daya Pasir Mantri sekarang. Eyang Tambak adalah salah seorang tokoh yang disegani di Wanayasa pada masanya. Sehingga ia diangkat menjadi pengatur air dari Situ untuk kepentingan persawahan yang airnya mengandalkan Situ Wanayasa. Pada masa Eyang Tambak yang sering memperbaiki tambakan. Situ wanayasa yang suka bocor dan mengurug di beberapa bagian yang tanahnya labil. Eyang Tambak diperkirakan hidup sektar abad ke-19. Dahulu kala terdapat empat bukit kecil di area yang  berada di pinggir situ tersebut. Kini yang tersisa hanya penclut Pasir Mantri. Di setiap bukit kecil tersebut terdapat makam dan petilasan kuno, yang erat kaitannya dengan perjalanan sejarah Wanayasa.

Makanan khas

Situ Wanayasa terletak 23 km dari kota Purwakarta, dengan udara yang sejuk berlatar belakang gunung Burangrang. Sehingga Situ yang luasnya 7 ha begitu menyatu dengan alam. Situ Wanayasa dan sekitarnya sangat potensial untuk dikembangkan menjadi Taman Rekreasi dan Desa Wisata. Saat ini lingkungan disekeliling Situ terdapat banyak rumah makan atau tempat jajanan yang menggoda selera. Apabila anda hobi makan dengan melakukan wisata kuliner, inilah tempat yang tepat untuk anda kunjungi.

Sekitar 8 km dari Situ Wanayasa terdapat sumber air panas. Ciracas yang berlokasi di tengah hamparan persawahan yang indah dengan udara yang sejuk. Potensi obyek wisata Sumber Air Panas Ciracas dapat dikembangkan. Berbagai fasilitas antara lain hotel, bungalow, kolam renang dan sarana rekrasi lainnya. Selain itu terdapat air terjun Curug Cipurut yang merupakan suatu tempat yang nyaman untuk rekrasi. Baik hiking maupun camping ground. Menuju lokasi Curug Cipurut, ditempuh dengan berjalan kaki sepanjang ± 3 km ke arah Selatan kota Wanayasa.

Pencarian Terbaru: