Tempat Wisata Keluarga Observatorium Bosscha Bandung

Observatorium Bosscha Bandung merupakan salah satu peneropongan bintang tertua yang berada di indonesia. Merupakan salah satu tempat untuk melihat dan melakukan penelitian Bintang-bintang di luar angkasa yang paling tua di Indonesia. Teropong Bintang Bosscha yang berlokasi di kawasan wisata Lembang, Bandung Jawa Barat ini terletak tidak lebih hanya sekitar 15 Km di bagian Barat kota Bandung .Lokasi arealnya sangat luas mencapai 6 hektar,dengan ketinggian tempatnya berada di 1.300 meter di atas permukaan air laut, atau ada pada ketinggian 630 meter dari dataran tinggi pegunungan Bandung,sehingga sangat tepat apabila tempat wisata di bandung ini selain sebagai arena wisata pendidikan dan sejarah ,namun juga sangat baik sebagai lokasi liburan keluarga karena berhawa sejuk dan memiliki keindahan alam di sekitarnya yang bisa anda nikmati juga apabila berkunjung ke Bosscha Bandung ini.

Sejarah Observatorium Bosscha Bandung

Observatorium Bosscha Bandung

Observatorium Bosscha dulu bernama Basscha Sterrenwacht di bangun oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV), atau perhitungan Bintang Hindu India. Dengan peletakan batu pertama di tahun 1923 dan beres pada tahun 1928, Observatorium Bosscha berlokasi di lembang jawa barat. Pembangunan Teropong Bintang Bosscha di Lembang Bandung bukan tanpa alasan atau hanya proyek mercusuar. Semata dari segelintir golongan kaya bangsa belanda seperti yang terjadi dengan kontroversi tentang Misteri Villa issola. Observatorium Bosscha dibangun dan didirikan dengan tujuan penting dari para ahli astronomi pada abad ke-20. Dimana mereka menyadari bahwa gugusan bintang-bintang di angkasa itu ternyata membentuk sebuah sitem galaksi yang satu sama lainnya terikat. Jadi keinginan tahuan memahami struktur jaringan galaksi yang sangat luas tersebut, maka mereka berpikir tidak. Hanya cukup bisa meneliti apabila sejumlah teleskop besar untuk meneliti galaksi tersebut. Hanya berpusat di belahan bumi bagian utara saja seperti Eropa dan Amerika.

Karel Albert Rudolf Bosscha seorang pengusaha kaya sebagai penyandang dana utama proyek pembangunan Observatorium ini. Di bantu Rudolf Albert Kerkhoven serta astronom kenaam belanda kelahiran Madiun Jawa timur Joan George Erardus Gijsbertus Voûte. Sehingga pusat penelitian benda langit di Lembang Bandung ini diberi nama Bosscha.

Menelan dana anggaran pembangunan hingga 1 juta Gulden atau 1/6 dari dana anggaran pembangunan gedung besejarah di Bandung lainnya yaitu Gedung Sate yang fenomenal. Observatorium Bosscha tepat pada tanggal 17 oktober 1951 diserahterimakan kepemilikannya. Yang semula dikelola oleh Perhimpunan Bintang Hindia Belanda ( NISV ) kepada pemerintah RI. Dan selang 8 tahun kemudian salah satu Tempat Wisata Sejarah kota Bandung. Diserahkan pengelolaanya kepada perguruan tinggi ITB. Dan sejak saat itulah Teropong Bintang Bosscha menjadi pioneer dan satu-satunya pusat lembaga penelitian dan pelatihan Astronomi Indonesia.

Harga Tiket Masuk Teropong Bintang Observatorium Bosscha Bandung

  • Kunjungan Siang dikenakan tarif Rp. 15.000/orang
  • Kunjungan Malam dikenakan tarif Rp. 20.000/orang

Jadwal Teropong Bintang Observatorium Bosscha Bandung

Teropong Bintang Bosscha atau bisa di sebut Observatorium Bosscha salah satu fasilitas penting penelitian astronomi milik ITB. Kegiatan utama di pusat Observatorium Bosscha Bandung ini sebagai tempat penelitian sekaligus pendidikan tentang astronomi. Sejalan dengan semboyan Tridharma perguruan tinggi. Pusat Observasi Teropong Bintang Bosscha di Lembang ini juga memiliki program pengabdian dan pelayanan masyarakat untuk tahu dunia seputar astronomi. Dengan mengenalkan peralatan atau fasilitas yang ada di Bosscha dan cara pemanfaatannya. Yang pelaksanaannya telah diatur sedemikian rupa diantaranya adalah kunjungan siang dan kunjungan malam.

Kunjungan Malem Observatorium Bosscha Bandung

Kunjungan malem Observatorium Bosscha Bandung ini jika keadaan langit sedang cerah (tidak mendung/hujan/berkabut). Maka pengunjung pun dapat melihat cara kerja teleskop Zeiss (tidak meneropong). Serta akan mendapatkan sejumlah informasi seputar astronomi di sebuah ruangan khusus multimedia. Dan bisa meneropong langsung benda-benda langit dengan teleskop portable dan teleskop Bamberg. Jika cuaca tidak mendukung, acara tetap berjalan tanpa peneropongan. Sesi kunjungan malam Teropong Bintang Bosscha ini hanya dibuka beberapa malam di musim kemarau (periode April sampai Oktober). Jadwal sesi kunjungan malam ini berlangsung mulai pukul 17.00 – 20.00 wib.

Kunjungan Siang Observatorium Bosscha Bandung

Kunjungan siang Observatorium Bosscha Bandung dapat melihat dan mengetahu. Secara rinci dan detil bagaimana cara kerja teleskop Zeiss (tidak meneropong) dan. Mendapat informasi seputar dunia astronomi di dalam tempat khsusus berupa ruang multimedia.

Wisata Observatorium Bosscha Bandung

Observatorium Bosscha Bandung yang berlokasi di kawasan daerah lembang tentunya menjadi salah satu alternatif pilihan objek wisata. Karena selain Observatorium Bosscha Bandung ini di tetapkan sebagai salah satu tempat wisata Bandung. Oleh pemerintah indonesia melalui keluarnya undang-undang no 2/1992. Sebagai Benda Cagar Budaya nasional yang sangat penting untuk dijaga kelestarian dan keamannnya pada tahun 2004.

Lokasi, Peta Dan No Telepon Observatorium Bosscha Bandung

Alamat Teropong Bintang Bosscha sendiri adalah : Teropong Bintang, Lembang, Jawa Barat dengan no Telepon:(022) 2786027. Dengan lokasi maps teropong bintang bosscha silahkan klik di sini.

Fasilitas Observatorium Bosscha Bandung

Pusat observasi yang pernah terbesar di masanya, observatorium atau Teropong Bintang Bosscha. Memiliki fasilitas atau peralatan penelitian berupa teleskop sebanyak 5 jenis. Dan masing-masing teleskop memiliki kemampuan atau spesifikasi tertentu untuk alat penerawangan benda-benda angkasa luar.

1. Teleskop Refraktor Unitron

Observatorium Bosscha Bandung ini sering di gunakan untuk pengamatan matahari dan bulan. Serta fungsi teropong bintang bosscha bandung ini sering digunakan untuk praktikum mahasiswa ITB bidang astronomi. Dengan teropong refraktor dengan lensa obyektif berdiameter 102 mm dan panjang fokus 1500 mm.  Maka teleskop ini cukup tangguh dipakai untuk melakukan pengamatan hilal, pengamatan gerhana bulan dan matahari. Serta pemotretan bintik matahari juga pengamatan benda-benda angkasa luar lainnya.

2. Teleskop Refraktor Bamberg

Observatorium Bosscha Bandung ini yang memiliki diameter lensa 37 cm dengan panjang fokus 7 meter ini. Dipergunakan untuk mengukur terang bintang, menentukan skala jarak bintang, mengukur fotometri gerhana bintang. Pengamatan kawah di bulan, pengamatan matahari dan benda-benda luar angkasa lainnya. Lokasinya menempati sebuah gedung beratap model silinder dengan sistem atap yang bisa bergerak dan buka tutup sendiri.

3. Teleskop Refraktor Ganda Zeiss

Observatorium Bosscha Bandung ini dipergunakan untuk penelitian astronomi seperti pengamatan astrometri. Seperti mendapatkan koordinat orbit bintang ganda visual, pergerakan bintang ,mengukur jarak bintang. Pengamatan terhadap komet dan planet mars, jupiter dan saturnus hingga spektrum bintang Be. Dilengkapi dengan 2 teleskop utama yang berdiameter 60 cm dengan panjaang hampir 11 meter. Dan 1 teleskop pencari yang berdiameter 40 cm.

4. Teleskop Schmidt Bima Sakti

Observatorium Bosscha Bandung ini dipergunakan untuk mempelajari struktur galaksi bima sakti, spektrum bintang. Pengamatan asteroid, supernova hingga kemampuan untuk mem-foto objek atau benda di langit. Karena dilengkapi dengan optik Schmidt,maka teropong yang lensanya berdiamter 51 cm. Memiliki cermin dengan diameter 71 cm dengan panjang fokus hingga 127 meter ini disebut teleskop schmidt.

5. Teleskop Cassegrain Goto

Observatorium Bosscha Bandung ini dengan diameter cermin utama 45 cm dan panjang fokus sepanjang 1,8 meter. Yang merupakan bantuan dari negara Jepang. Fungsi teropong Bintang Bosscha yang satu ini adalah untuk mengukur kuat cahaya bintang serta pengamatan spektrum bintang.

6. Teleskop Radio 2,3M

Observatorium Bosscha Bandung ini ini digunakan untuk mengamati obyek-obyek jauh seperti ekstragalaksi dan kuasar, Obyek eksotik, seperti pulsar. Bekerja pada panjang gelombang 21 cm dengan rentang 1400-1440 Mhz,menjadikan alat ini sangat cocok sebagai alat untuk penelitian matahari.

7. Teleskop Surya

Observatorium Bosscha Bandung ini adalah merupakan teleskop pengamatan dan penelitian Matahari. Yang terdiri dari 3 buah telekop jenis Coronado dengan 3 filter yang berbeda. Serta sebuah teleskop proyeksi pencitraan Matahari yang merupakan produk buatan anak bangsa sendiri.