Tempat Wisata Jembatan Gantung Nateh Yang Harus Dikunjungi

Jembatan Gantung Nateh di buat pada awal tahun 2000an, namun baru – baru sekarang jembatan ini menjadi hitz. Karena banyaknya pengunjung yang sering sekali berfoto dan mengupload foto mereka ke sosial media. Jika di perhatikan Jembatan Gantung Nateh ini hanyalah jembatan gantung biasa yang kurang menarik. Namun yang membuatnya terlihat menarik adalah panorama deretan bukit-bukit, sungai, dan bebatuan yang ada di sekitarnya.

Jembatan Gantung Nateh

Jika di lihat dari panorama deretan bukit-bukit tanpa mengambil background sungai jembatan ini terlihat. Seperti jembatan yang sangat tinggi dan membuat anda seperti berjalan di udara. Apalagi ketika saat  pemandangan berkabut di pagi hari, maka pemandangan benar-benar akan terlihat ekstrem. Jembatan ini menghubungkan dua bukit yang saling berjauhan, selain itu juga menghubungkan jalan utama desa ke perkebunan warga sekitar. Lokasi menuju jembatan ini tergolong sangat mudah karena berada di pinggiran jalan utama desa Nateh.

Lokasi Jembatan Gantung Nateh

Jembatan Nateh berada di dekat dengan jalan masuk Desa Nateh Kecamatan Alai Utara Nateh Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Jika ingin mengunjungi dari Kota Barabai langsung ke arah Birayang, lalu ke Batu Tangga Batang Alai Timur. Kurang lebih 30 Kilometer dari Kota Barabai, hanya 25 menit menggunakan sepeda motor, atau mobil. Baca juga lebah hijau

Rute Menuju Lokasi Tesebut

Kota Barabai – Mandingin – Terus lurus ke arah Kota Paringin / Kota Tanjung. Hingga menjumpai pertigaan Desa Kapar, pilih arah kanan menuju Desa Birayang. (Jika lurus ke kiri menuju Kota Paringin / Kota Tanjung) – Memasuki Desa Birayang, jika menemukan pertigaan. Yang di tengahnya ada Tugu, pilih arah kiri (jika ke kanan menuju Kecamatan Batu Benawa). Selanjutnya akan menjumpai perempatan Pasar Birayang, dan pilih arah ke kanan menuju Desa Batu Tangga. (Jika ke kiri menuju Pasar Birayang, sedangkan lurus menuju Kecamatan Limpasu) – Batu Tangga – Desa Nateh. Baca juga bukit jomblo

Jembatan Gantung Nateh

Nateh sendiri yang merupakan sebuah Desa masyarakat nya campuran antara masyarakat bajar dan masyarakat Adat ( Dayak). Sebenarnya jembatan Nateh sendiri yang merupakan jembatan gantung yang menghubungkan antara dua bukit. Di satu bukit pemukiman warga, dan bukit lainnya menuju ke perkebunan karet  dan ladang warga. Jembatan ini yang mulai terkenal karena semakin banyaknya para pengunjung yang mengupload foto nya ke sosial media.

Dari seorang warga Desa Nateh, Amat mengatakan, seingat dirinya jembatan Gantung Nateh tersebut dibuat pada awal tahun 2000 an. Sehari-hari warga memakai jembatan ini untuk ke kebun, dan sungai nya mereka pakai untuk keperluan sehari-hari. Padahal sebenarnya jika di perhatikan sama saja seperti jembatan gantung pada umumnya. Dan fungsi nya sendiri adalah sebagai penghubung antara dua bukit. Di satu bukit pemukian warga, dan bukit sebenarnya menuju ke perkembunan karet dan ladang warga.

Yang membuatnya sangat menarik adalah karena lokasinya yang berada di dataran tinggi. Sehingga suasana nya sejuk dan me-refresh pikiran, serta terlihat indahnya pemandangan deratan bukit – bukit yang indah. Terlebih jika berfoto tanpa pengambil view sungai berbatu di bawah jembatan ini maka kesan jembatan nateh ini. Akan terlihat sangat tinggi dan benar-benar ekstrim sekali. Apalagi ketika saat pemandangan berkabut di pagi hari, maka pemandangan eksotis yang dapat memanjakan. Baca juga bukit malang kaladan

Arung Jeram Nateh

Tempat wisata Kalimantan yang menawarkan aliran sungai yang sangat jernih menyegarkan untuk berendam, berenang. Dan tentu nya akan menaiki arung jeram yang akan menawarkan pengalaman baru. Yang istimewanya lagi di samping kanan dan kiri sungai yang terlihat gunung batu dan pemandangan alam yang begitu indah.

Nah jadi sebelum nya anda belum pernah main arung jeram, maka dengan berkunjung ke wisata nateh ini. Anda berkesempatan untuk mencobanya, satu perahu karet bisa anda sewa seharga Rp. 150.000, yang dapat di muati sebanyak enak orang dan sudah di dilengkapi safety. Seperti live jacket serta di dampingi 2 orang pemandu wisata yang terlatih teknik dasar arung jeram.

Dan lebih serunya kondisi jalan nya ternyata tidaklah ramah dan menanjak dan berlubang – libang. Kadang sembil berpegangan erat di dinding bak mobil, kepala harus merunduk agar tidak terkena. Sabetan daun – daun dan ranting kecil yang menjulur ke tepi jalan. Sebelum akhir nya sampai di titik start arung jeram yang sungai nya tidak terlalu jauh ke bawah jalan. Arung jeram yang menyusuri sungai Batang Alai bisa segera Anda nikmati. Arus sungai yang sedang membuat pengunjung cukup menikmati berperahu menuju hilir. Rindang nya pemandangan dan menantangnya beberapa titik berbatu akan membuat perahu Anda oleng. Petualangan mengasyikkan ini berlangsung sekitar setengah jam hingga finish depan Kantor Desa Nateh.