Tempat Wisata Jembatan Cirahong Ciamis Jawa Barat

Kampung Sasak Cirahong Atau Jembatan Cirahong Ciamis ini sebuah jembatan menghubungkan kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. Dengan Desa Panyingkiran kecamtan Ciamis. Jembatan Cirahong Ciamisini melintas di atas sungai Citanduy ini mempunyai nomor registar BH 1292. Dan terletak di sebelah timur Stasiun Manonjaya Daerah Operasi 2 Bandung. Jembatan Cirahong Ciamis memiliki panjang 202 meter. Dibangun pada tahun 1893 dengan menggunakan konstruksi baja yang rapat dan kokoh. Konstruksinya pernah diperkuat pada tahun 1934. Ini fakta-fakta mengenai jembatan yang sudah berumur lebih dari 100 tahun. Tempat ini sekarang sudah menjadi objek wisata maupun tempat wisata Cimais. Jangan lupa baca juga tempat wisata astana gede kawali Ciamis

Sejarah Pembangunan Jembatan Cirahong Ciamis

Pembangunan jembatan Cirahong Ciamis tidak terlepas dari peran R.A.A.Kusumadiningrat  atau Kangjeng Prebu, Bupati Galuh Ciamis tahun 1839 – 1886. Dulu ini Pemerintahan Kolonel Belanda sedang membangun jalan kereta api jalur selatan yang melewati Bandung, Garut, Tasikmalaya dan Banjar selanjutnya nyambung ke Jawa Tengah. Pembangunan jalur kereta api ini, selain untuk angkutan massal, juga untuk mengangkut hasil bumi dari Priangan, seperti kapas, kopi, kapol, dan lainnya ke Jakarta. Saat itu banyak perkebunan baru dibangun di daerah Galuh, seperti perkebunan Lemah Neundeut, Bangkelung dan lain-lain. Angkutan kereta diharapkan akan mempermudah jalur angkutan barang maupun mobilisasi penduduk. Sebenar nya awal jembatan Cirahong Ciamis ini tidka di rencanakan di bangun. Dari gambar rencana yang dibuat pemerintah kolonial Belanda, jalur kereta api dari Tasikmalaya tidak melewati kota Ciamis. Tetapi mengambil jalur ke Cimaragas atau sebelah selatan Sungai Citanduy. Setelah itu masuk kota Banjar dan seterusnya jalur terbagi menjadi dua.

jembatan Cirahong Ciamis

Yaitu jalur yang menuju ke Pangandaran dan yang ke Cilacap Jawa Tengah. Pertimbangannya, apabila melintas ke Kota Ciamis maka Pemerintah Belanda harus membangun dua jembatan melewati Sungai Citanduy. Tentu saja akan memakan biaya yang sangat mahal. Informasi tersebut akhirnya sampai ke telinga Kangjeng Prebu, yang saat itu sudah pensiun dari jabatan Bupati. Kangjeng Prabu yang masih memiliki pengaruh ke pemerintah kolonial, kemudian melobi Belanda agar jalur rel kereta yang dibangun tersebut melintasi Kota Ciamis. Ada beberapa pertimbangan yang disampaikan Kangjeng Prebu. Pertama, jumlah penduduk Kota Ciamis sudah cukup besar dibanding Cimaragas, sehingga keberadaan kereta akan lebih bermanfaat untuk masyarakat. Selain itu, adanya stasiun Kereta Api akan memperkuat eksistensi Ciamis sebagai Ibu Kota Galuh. Setelah melalui lobi panjang, akhirnya pemerintah kolonial menyetujui usulan Kangjeng Prebu. Belanda kemudian membangun dua jembatan di atas Sungai Citanduy. Yaitu jembatan Cirahong, dan jembatan Karangpucung di dekat Kota Banjar, dengan biayanya yang cukup mahal.

Dua Fangsi Jembatan Cirahong Ciamis

Jembatan Ciragong Ciamis ini uniknya karena memiliki 2 jembatan fungsi. Dan bagian atas jembatan berfungsi untuk lalu lintas kereta api. Sedangkan untuk jalur bawah untuk kendaraan mobil moroe termasuk pejalan kaki juga. Jembatan ini merupakan jalur alternatif dari Tasikmalaya menuju Ciamis lewat Manonjaya dan sebaliknya, dan merupakan satu-satunya jembatan peninggalan Belanda di Kabupaten Ciamis.

Karena lebar badan jembatan hanya cukup untuk satu mobil, kendaraan yang melintas harus bergantian.  Biasanya di kedua ujung pintu jembatan, ada beberapa pemuda yang bertugas untuk mengatur lalu lintas. Pemuda dari daerah Manonjaya, mengatur arus masuk kendaraan dari pintu jembatan sebelah selatan atau pintu dari Manonjaya. Sedang pemuda Ciamis mengatur arus dari arah utara. Mereka bergantian berjaga selama 24 jam. Para petugas tersebut mendapatkan upah alakadarnya dari sopir atau warga yang melintas di jembatan.

Cerita – Cerita Serem

Jembatan Cirahong Ciamis  juga terkenal dengan cerita – cerita seramnya, apalagi di malam hari.  Karenanya, tempat ini beberapa kali dijadikan lokasi shooting acara-acara hantu seperti Dua Dunia, Mister Tukul Jalan-jalan atau Uji Nyali. Ketinggian jembatan yang setinggi 66 meter, juga beberapa kali dijadikan tempat untuk bunuh diri dengan cara meloncat dari atas jembatan.

Pencarian Terbaru: