Tempat Wisata Hutan Kota Ranggawulung Subang

Hutan Kota Ranggawulung Subang merupakan daerah cekungan kaya air. Cekungan ini memiliki cadagan air dangkal sebanyak 1,5 milyar. Meter kubik dan cadangan  air tanah dalam sebanyak 3 milyar meter kubik 1. Dengan cadangan air sebesar itu, kawasan Ranggawulung menjadi penyangga utama persediaan air tawar untuk kota Subang. Pengelolaan air di kawasan ini berada di bawah kendali PDAM Subang.

Hutan Kota Ranggawulung Subang

Perbukitan Ranggawulung ditetapkan sebagai hutan kota berdasarkan Surat Keputusan Bupati Subang Nomor: 522/Kep.197-Dishutbun/2009. Kawasan seluas 12,9 hektar ini dikelola oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan objek wisata. Terdapat 2 sungai yang melewati hutan ini, yakni Sungai Cileuleuy dan Sungai Ciasem. Berdampingan dengan Hutan Kota Ranggawulung Subang terdapat Bumi Perkemahan Ranggawulung seluas 55 hektar.

Legenda Hutan Kota Ranggawulung Subang

Nama Ranggawulung berasal dari legenda keberadaan orang sakti yang sering dipanggil Eyang Ranggawulung. Bagi masyarakat setempat keberadaan Eyang Ranggawulung dibuktikan dengan sebuah makam yang terdapat di kawasan bumi perkemahan. Di hari-hari tertentu, makam Eyang Ranggawulung selalu ramai dikunjungi para peziarah. Disamping makam Eyang Ranggawulung, terdapat juga makam lain yakni makam Eyang Genjreng. Makam Eyang Genjreng terletak persis di dalam kawasan hutan kota, dijaga oleh. Seorang kuncen yang sekaligus juga menjadi penjaga Hutan Kota Ranggawulung. Tidak ditemukan catatan ilmiah mengenai cerita tokoh yang dijadikan nama kawasan selain cerita tutur dari para kuncen dan peziarah. Menurut keterangan kuncen setempat, Eyang Ranggawulung merupakan tokoh leluhur orang Sunda yang memiliki kesaktian setingkat wali.

Mitos Hutan Kota Ranggawulung Subang

Selain masih menyimpan misteri tentang asal usul tokohnya, kawasan Ranggawulung juga menyimpan berbagai mitos. Konon, di sekitar kawasan tersebut terdapat kerajaan siluman ular. Amin bercerita sering kali ada orang yang bisa melihat siluman ular berkepala manusia cantik dan bermahkota di sana.  Selain itu menurut Amin ada pula macan siluman yang berkeliaran di sini. “Dulu juga pernah mau ada syuting Si Panji sang penangkap ular di sini, tapi syutingnya gagal. Karena ular yang ditangkap ternyata bisa bicara, tidak mau diganggu”. Sedangkan menurut kuncen makam eyang Ranggawulung di sana terdapat siluman “Rahwana” berbadan besar. “Di sini ada penjaga berbadan besar namanya Rahwana atau Dasamuka.

Dia suka minta sesajen yang aneh kepada peziarah,” “Keberadaan benda pusaka tersebut biasanya saya ketahui melalui mimpi. Keesokan harinya setelah bermimpi saya cari dan ketemu. Saya sudah menemukan beberapa batu, bambu cagak dan tongkat berbentuk kepala ular”. “Mereka tidak akan ganggu kalau kita tidak merusak alam daerah sini. Sebenarnya kalau daerah ini tetap terjaga dan. Lestari kan bukan mereka saja yang senang, tapi justru itu penting buat kita sendiri. Ranggawulung kan daerah resapan air dan sumber air bagi warga Subang. Jadi ya harus dijaga,”

Keanekaragaman hayati

Hutan Kota Ranggawulung merupakan sumber plasma nutfah bagi Kabupaten Subang. Kelestarian kawasan ini terancam oleh oknum-oknum yang memanfaatkan kawasan untuk peruntukan lain. Seperti kebun, rumah, ladang, pekarangan, perambahan kayu hingga penambangan pasir. Oleh karena itu keberadaannya perlu dijaga dilindungi. Kenekaragaman jenis pohon yang terdapat di Hutan Kota Ranggawulung tergolong sedang. Hutan ini didominasi oleh jenis pohon Pinus (Pinus merkusii), Jati (Tectona grandis), Jingjing (Paraserianthes falcataria). Mahoni (Swietenia macrophylla), Angsana (Pterocarpus indicus), Kayu Putih (Melaleuca cajupati), Waru (Hibiscus tiliaceus), dan Bungur (Lagerstroemia speciosa).

Sedangkan jenis hewan yang mendominasi kawasan Hutan Kota Ranggawulung diantaranya Walet Inchi (Collocalia linchi). Bondol Jawa (Lonchura leucogastroides), Burung Madu Sriganti (Nectarinia jugularis). Cinenen Pisang (Orthotomus sutorius), Cucak Kutilang (Pycnonotus aurigaster), dan Tekukur Biasa (Streptopelia chinensis). Disamping tumbuhan dan hewan liar, Hutan Kota Ranggawulung menjadi sumber genetik tanaman budidaya yang banyak dikembangkan di Subang. Tanaman-tanaman tersebut diantaranya mangga, pisang, nangka, nanas dan rambutan. Beberapa di antaranya ada yang berupa tanaman endemik atau khas Subang seperti nanas dan mangga cengkir.

Fasilitas Hutan Kota Ranggawulung Subang

Sejak ditetapkan sebagai hutan kota, kawasan ini mulai memiliki infratsruktur yang lumayan. Pintu gerbang bagian depan sudah cukup baik. Terdapat keterangan berupa plang-plang besar yang memberikan informasi mengenai tempat wisata Subang ini. Meskipun belum optimal, hal ini sangat berperan dalam menarik pecinta ekowisata.

Beberapa pohon-pohon besar  di dalam kawasan juga sudah dilengkapi dengan penamaan ilmiah. Sangat baik sebagai sarana pendidikan terutama bagi pelajar, mahasiswa dan para peneliti. Jalanan di dalam kawasan sudah cukup tertata dengan adanya jalur pedestrian (jogging track) sepanjang 800 meter mengitari hutan.

Terlihat juga gazebo untuk sekedar bercengkerama atau melepas lelah. Bisa untuk menampung acara-acara dengan jumlah terbatas. Enaknya lagi di dalam kawasan ini terdapat mata air yang bersih dan menyegarkan. Fasilitas umum lainnya adalah satu buah mushalla dan pos jaga.