Jalur Pendakian Menuju Tempat Wisata Gunung Sumbing Wonosobo

Keindahan alam Indonesia memang sangat beragam. Salah satu nya adalah pesona dari Gunung Sumbing Wonosobo ini. Berdiri kokoh dengan ketinggiannya yang mencapai 3371 mdpl. Yang berdampingan langsung dengan Gunung Sindoro Wonosobo. Yang dimana kedua nya sering di sebut sepertti gunung yang kembar. Gunung Sumbing yang bertipe statovolcano dan masih memiliki kawah yang aktif. Gunung Sumbing ini juga merupakan gunung tertinggi kedua di Jawa Tengah setelah Gunung Slamet.

Asal Usul Gunung Sumbing Wonosobo Jawa Tengah

Gunung Sumbing Wonosobo

Setiap tempat wisata tentu nya memiliki asal usul nya tersendiri. Nah, seperti tempat wisata Wonosobo ini. Asal usul nama gunung sumbing ini memiliki sebuah cerita. Tentang kisah sepasang suami istri yang menjalani kehidupan sebagai seorang petani. Kedua pasangan suami istri tersebut memiliki dua orang anak kali-laki. Dan seiring berjalan nya waktu kedua waktu kedua anak tersebut sering terlibat pertengkaran sepanjang hari. Dengan perilaku kedua anak tersebut. Sang ayah pun marah dan sampai pada puncak kesabaran nya. yang pada akhir nya sang ayah pun memukul anak tersebut.

Dan mengakibatkan salah satu bibir anak tersebut menjadi robek (Sumbing). Dan pada akhir nya kedua anak tersebut di abadikan dengan nama (Ndoro) dan (Sumbing). Kedua nama ini memiliki arti sesuai dengan kepribadian mereka masing-masing. Ndoro adalah julukan anak yang memiliki sikap santun, bijaksana dan saling melindungi. Sedangkan Sumbing adalah julukan dari anak yang memiliki sikap perwatakan yang brutal dan juga nakal.

Rute Pendakian Gunung Sumbing Wonosobo

Jalur pendakian gunung sumbing sebenarnya bisa dilakukan dari beberapa jalur seperti :

  • Jalur pendakian via Cepit, Parakan, Kabupaten Temanggung.
  • Jalur Pendakian via Garung, kledung, Kabupaten Temanggung.
  • Jalur Pendakian via Bowongso, Kabupaten Wonosobo.
  • Jalur pendakian via Mangli, Kaliangkrik,  Kabupaten Magelang.

Mendaki Gunung Sumbing Wonosobo

Gunung Sumbing Wonosobo memiliki beberapa jalur di antara nya seperti via Garung (Wonosobo). Di antara jalur-jalur tersebut, jalur Garung merupakan jalur paling populer. Dan juga terkenal di antara kalangan pendaki. Sama hal nya dengan Gunung Merapi dan Merbabu yang berdekatan. GUnung Sumbing juga terletak bersebelahan dengan GUnung Sindoro. Sehingga tak jarang banyak orang yang menyebut nya sebagai gunung kembar. Gunung Sumbing Wonosobo terkenal dengan jalur nya yang cukup berat. Namun, memiliki pemandangan yang indah.

Bahkan ketika sampai di puncak nya bisa melihat hampir seluruh gunung di Jawa Tengah. Mulai dari gunung Merapi, Merbabu, Sindoro. Gunung Prau, Slamet, Lawu, Unggaran, Telomoyo hingga Andong. Bagi yang ingin mendaki gunung sumbing Wonosobo untuk pertama kali, di sarankan untuk melalui jalur Garung. Karena lokasi nya yang mudah di jangkau dan cukup populer . Gunung Sumbing Wonosobo sendiri memiliki 2 puncak. Yaitu Puncak Buntu (3362 mdpl), dan Puncak Sejati (3371 mdpl). Biasa nya para pendaki hanya sampai di Puncak Buntu, karena lebih mudah. Namun jika ingin sampai di Puncak Sejati tidak lah menjadi masalah. Baca juga tempat wisata gunung sindoro Wonosobo

Mendaki Lewat Jalur Garung

Basecamp Gunung sumbing Wonosobo melalui jalur Garung cukup lah mudah untuk di temukan. Karena lokasi nya yang berada di samping jalan. Jika dari Semarang dan sekitar nya maka bisa melalui jalur Sumowono-Temanggung-Wonosobo. Tepat nya setelah perbatasan Temanggung dan Wonosobo terdapat jalur ke kiri. Dengan papan petunjuk yang bertuliskan “Basecamp Garung Gunung Sumbing”. Dan perkiraan waktu tempuh nya jika melalui jalur Garung ini yaitu :

Basecamp – Pos 1 (2 jam berjalan kaki, setengah jam naik ojek)
Pos 1 – Pos 2 (kurang lebih 2 jam)
Pos 2 – Pos 3 (kurang lebih 1 jam)
Pos 3 –  Pestan (kurang lebih setengah jam)
Pestan – Watu Kotak (kurang lebih 1,5 jam)
Watu Kotak – Puncak Buntu/Kawah (kurang lebih 2 jam)
Puncak Kawah –  Puncak Sejati (kurang lebih 15 menit)
Total : 8-9 Jam (tergantung kecepatan kamu berjalan)

Mendaki Lewat Jalur Cepit Parakan

Lokasi jalur ini terletak di Desa Cepit, Parakan, Kabupaten Temanggung. Walaupun kurang populer, namun jalur Cepit PArakan ini terkenal memiliki pemandangan yang cukup indah. Jalur gunung sumbing Wonosobo lewat jalur Cepit Parakan ini biasa di pakai oleh peziarah. Jadi tidak terlalu banyak di temui oleh para pendaki. Untuk menuju basecamp yang perlu di tuju adalah Rumah sakit Ngesti Waluyo, Temanggung. Lalu di lanjutkan menuju Desa Cepit. Basecamp di Cepit ini bisa di bilang tidak ada, jadi kita hanya bertamu di salah satu rumah penduduk saja. Tapi tenang saja, karena penduduk desa Cepit sangat lah ramah-ramah. Dan perkiraan waktu tempuh lewat jalur Cepit Parakan ini yaitu sebagai berikut :

Pos Pengamatan – Pos 1 (1 jam)
Pos 1 – Pos 2 (1 jam)
Pos 2 – Pos 3 (1 jam)
Pos 3 – Kawah (kurang lebih 4 jam)
Kawah – Puncak Buntu (kurang lebih 15 menit)
Total : 7 Jam (tergantung kecepatan kamu berjalan)

Mendaki Lewat Mangli Kaliangkrik

Jalur gunung sumbing lewat jalur Kaliangkrik ini terbilang cukup populer. Namun tidak seramai lewat Garung. jalur pendakian via Kaliangkrik terletak di Desa Mangli, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Jalur pendakian via Mangli/Kaliangkrik terkenal cukup cepat untuk sampai puncak, selain itu tidak seberat seperti jalur lainnya. Untuk mencapai Mangli, hanya perlu menuju Desa Kalegen. Jika menggunakan bus maka bisa turun di pertigaan Tonoboyo. Lalu di teruskan menggunakan angkot ke Desa Kalegen. Di lanjut lagi neik ojek ke Mangli. Dan perkiraan waktu tempuh nya jika lewat kalur Mangli Kaliangkrik ini yaitu :

Basecamp – Pos 1 (1 jam)
Pos 1 – Pos 2 (1 jam)
Pos 2 – Pos 3 (1 jam)
Pos 3 – Pos 4 Pohon Tunggal (1 jam)
Pos 4 – Puncak (2 jam)
Total : 6-7 Jam (tergantung kecepatan kamu dalam berjalan

Mendaki Lewat Jalur Bowongso

Jalur Bowongso, walaupun cukup populer. Namun terbilang sangat lah sepi. ajlur ini berada di Kabupaten Wonosobo. Sama-sama di Wonosobo, jalur Wonosobo masih kalah populer dengan jalur pendakian via Garung, jadi tidak di rekomendasikan untuk pendaki pemula. Jalur pendakian ini terletak di Desa Bowongso, Kalikajar, Kabupaten Wonosobo. Untuk menuju basecamp kita hanya perlu menuju terminal Mendolo Wonosobo. Dari terminal Mendolo kita harus menuju ke pasar Kertek (terletak di antara jalan raya Wonosobo – Temanggung). Dari pasar Kertek baru kita menuju Basecamp Bowongso. Dan perkiraan waktu tempuh jika lewat jalur ini yaitu :

BASECAMP – Gardu Pandang (30 menit)
Gardu Pandang – Pos I Taman Asmara (30 menit)
Pos I – Pos II Bogel (3 jam)
Pos II – Pos III (1 jam)
Pos III – Puncak Buntu (2 jam)
TOTAL = 7 jam (tergantung kecepatan kamu berjalan)

Mendaki Lewat Jalur Sipetung

Jalur pendakian Gunung Sumbing via Sipetung terletak di Desa Jambu, Kecamatan Kledung. Dari arah Magelang-Wonosobo turun di depan gerbang desa Jambu kecamatan Kledung yang letaknya di kiri jalan. Hampir berhadapan dengan gerbang menuju wisata puncak sunrise Posong yang berada di kanan jalan. Untuk menuju ke Basecamp Sipetung kamu bisa naik bis atau kendaraan pribadi. Dengan melewati KM 09 Jalan Raya Parakan-Wonosobo. Setelah tiba di gerbang desa, ada petunjuk menuju Basecamp Green Grass Hiking Club yang berjarak 500m dari gerbang desa. Belum diketahui pasti berapa waktu yang harus ditempuh untuk sampai di puncak Gunung Sumbing melalui jalur Sipetung. Namun menurut informasi melalui jalur Sipetung tidak jauh beda dengan jalur lainnya. Yaitu sekitar 7-8 Jam, tergantung kecepatan kamu dalam berjalan.