Tempat Wisata Gunung Kunci Sumedang Yang Penuh Misteri

Banyak orang mengetahui bahwa Sumedang sebenar nya mempunyai potensi tempat wisata alam yang menarik dan bagus untuk di kunjungi. Selain tempat nya yang memiliki keindahan. Dan juga ada beberapa peninggalan sejarah dari jaman Belanda. Mungkin Sumedang ini hanya terkenal dengan tahu nya. Akan tetapi Sumedang ini memiliki banyak sekali tempat wisata. Dan banyak tempat yang bersejarah di antara nya Daerah kabupaten Sumedang memang menyimpan banyak kisah-kisah mistis. Salah satu nya yaitu tempat wisata Gunung Kunci Sumedang.

Salah satu kisah mistis yang terletak di wilayah tersebut adalah kisah tentang pohon yang bisa bergerak sendiri. Pohon itu terdapat di Gunung Kunci, tempat yang di kenal dengan keangkeran nya. Tempat wisata alam Sumedang ini berada di lokasi Jalan Pangeran Sugih(Komplek Gunung Kunci) Sumedang, Jawa Barat. Gunung Kunci merupakan tempat yang bersejarah di Sumedang. Akan tetapi Gunung Kunci Sumedang ini sekarang sudah merupakan objek wisata Sumedang . Di Gunung Kunci Sumedang ini terdapat Ampi Theatre (Panggung Hiburan terbuka), Bangunan Pujasera, Tempat Istirahat,. Serta Arena Bermain, Goa Belanda, Arena Outbond, Joging Track, Menara Pengawas, Mushala dan Toilet.

Mitos Yang Beredar Di Gunung Kunci Sumedang

Gunung Kunci Sumedang

Tidak jarang orang mengetahui  bahwa Sumedang  mempunyai potensi wisata alam yang cukup menarik. Selain keindahan alam nya yang memikat juga banyak peninggalan sejarah dari jaman penjajahan Belanda. Sudah sejak lama Gunung Kunci Sumedang di jadikan objke wisata alam. Yang di kelola oleh perum perhutani. Sejak tahun 2004, Menteri Kehutanan menerbitkan keputusan yang menjadikan kawasan Gunung Kunci seluas 3,67 hektar.

Sebagai Taman Hutan Raya bersama-sama dengan kawasan Gunung Palasari yang luas nya 31,22 hektar. Letak kedua tempat tersebut berdampingan hanya saja dengan jalan raya. Setelah di tetapkan sebagai Tahura. Pengelolaan nya di alihkan dari Perum Perhutani ke Pemerintah Kabupaten Sumedang. Sebagai objek wisata sekaligus seitus yang bersejarah. Gunung Kunci Sumedang yang terletak 500 meter dari Alun-Alun Kabupaten Sumedang. Tak luput dari kisah-kisah yang mistis.

Misteri Di Balik Benteng Gunung Kunci

Berbicara tentang Gunung Kunci, pasti masyarakat lokal maupun interlokal selalu mengaitkan dengan sebuah tempat. Ya, sebuah tempat yang penuh Misteri dan juga cerita mistis. Mengapa bisa di katakan sepeeti itu, karena Gunung kunci itu sendiri merupakan peninggalan dari masa penjajahan belanda. Dimana tempat tersebut dulu nya di jadikan sebagai penjara bagi masyarakat Pribumi. Pada masa penjajahan, juga sebagai tempat pembantaian bagi masyarakat yang melawan penjajah Belanda. Sebentar nama asli dari Gunung Kunci adalah “Gunung Panjunan”. Namun karena ada lambang kunci pada gerbang masuk ke Gunung tersebut. Dan seketika nama nya berubah menjadi Gunung Kunci. Tak kalah menarik dengan benteng-benteng nya, di Gunung Kunci ini juga memiliki sebuah goa yang terbagi menjadi beberapa lorong. Dan terdiri dari banyak sekali anak tangga juga betapa gelap nya Goa tersebut.

Tak heran banyak sekali para wisatawan yang tertarik untuk mengunjungi Gunung Kunci. Dan tak sedikit juga para wisatawan yang memberanikan diri untuk masuk tetapi tidak jadi masuk. Karena rasa takut yang ada pada diri mereka. Ada juga yang mengatakan bahwa goa tersebut masih menimbulkan bau amis, seperti bau darah yang masih menempel di dinding goa. Menurut paranormal, Gunung Kunci bukan hanya dihuni oleh puluhan bahkan ratusan makhluk astra. Tetapi ribuan bahkan bukan hanya arwah dari masyarakat Pribumi yang dibantai oleh Penjajah Belanda. Melainkan makhluk-makhluk astral lain. Dan arwah dari Penjajah Belanda dan Jepang yang kala itu tengah berperang. Mereka juga bisa terlihat di siang hari jika ada orang yang memang bisa melihat hal gaib tersebut.

Sekilas Sejarah Gunung Kunci

Menurut keterangan resmi, benteng Gunung Kunci dibangun pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Van Limburg Stirum. Pembangunan berlangsung dari tahun 1914 hingga 1917, dan diresmikan pada tahun 1918. Secara keseluruhan, benteng ini memiliki luas 2600 meter persegi. Di dalam benteng terdapat goa atau bunker-bunker seluas 450 meter persegi. Benteng tersebut terbagi dalam tiga bagian, lantai 1 diperuntukkan bagi ruang prajurit, lantai 2 ruang perwira. Dan lantai 3 sebagai benteng pengawas atau pertahanan.

Goa Gunung Kunci sebenarnya bukan satu-satunya benteng pertahanan yang dibuat Belanda di Sumedang. Setidaknya Belanda membuat 4 benteng pertahanan yang mengelilingi Sumedang, yakni di Pasir Bilik, Gunung Gadung, Gunung Palasari dan Gunung Kunci. Dari ke empat benteng tersebut, Gunung Kunci merupakan salah satu benteng yang masih terlihat utuh. Dalam catatan sejarah, benteng Gunung Kunci disebut Pandjoenan. Namun masyarakat sekitar mengenalnya sebagai Gunung Kunci. Mungkin merujuk pada simbol kunci dan tulisan G. Kuntji pada muka goa.

Ada Pohon Yang Bergerak Sendiri Di Gunung Kunci

Gununng Kunci yang saat ini di jadikan sebagai tempat konservasi. Terdapat sebuah pohon yang kerap kali terlihat bergoyang-goyang sendiri. Meskipun tidak ada angin. Informasi ini di tuturkan oleh sang penjaga Gunung Kunci. Yang tentu nya sering kali mendapatkan laporan tentang pohon itu dari para pengunjung yang sedang berkunjung ke gunung itu. Usep ini sudah dua tahun bekerja sebagai penjaga di sana. Selama itu,dia sering serikai menerima keluhan dari para pengunjung yang sedang berkunjung. Yaitu mereka melihat ada sebuah pohon yang menyerupai manusia bertubuh tinggi. Dan juga besar dan bergerak dari satu tempat ke tempat lain nya.

Dia juga mengatakan bahwa pedagang kaki lima yang melewati daerah Gunung Kunci. Sering mendengar suara derap langkah kaki tentara di sekitar gunung. Meskipun waktu sudah menunjukan waktu malam hari. Dan tidak terlihat ada siapa pun di sumber suara tersebut. Gunung ini, memang dulu nya berfungsi sebagai benteng pertahanan pasukan Belanda. Di sana terdapat banyak sekali gua yang saling menyambung. Bunker, dan benteng yang di lengkapi dengan kubah meriam dan senapan mesin. Meskipun begitu, kubah meriam dan senapan yang ada di sana sudah di alokasikan ke tempat yang lain.

Gerbang Masuk Gunung Kunci Sumedang

Taman hutan raya Gunung Kunci mematok tiket yang cukup terjangkau, untuk anak Rp. 2000 dan dewasa Rp. 3000. Namun walaupun murah, objek wisata ini sepi pengunjung. Terlihat dari area parkir, hanya ada satu buah mobil dan beberapa sepeda motor. Padahal saya datang saat liburan anak-anak sekolah. Baca juga tempat wisata Puncak Damar Waduk Jatigede .

Wisata Murah Meriah

Gunung Kunci terletak di jalan lintas Bandung-Cirebon. Tempat nya tidak terlalu mencolok, hanya ada pralatan parkir yang tidak begitu besar. Pada gerbang masuk tidak terdapat papan nama yang menunjukana tempat ini adalah Gunung Kunci. Di atas pintu gerbang hanya tertulis ” Wilujeung Sumping “. Sapaan bahasa sunda yang artinya selamat datang. Satu-satunya petunjuk yang menyatakan nama tempat adalah sebuah prasasti yang tidak terpasang. Tergeletak begitu saja di sisi pos penjagaan tiket masuk. Dalam prasasti itu tertulis “Taman Hutan Raya Inten Dewata. Gunung Kunci dan Gunung Palasari”. Prasasti itu ditandatangani oleh Bupati Sumedang tahun 2006.

Fasilitas

Selain menikmati goa Gunung Kunci, di tempat ini juga disediakan arena bermain dan bersantai. Sayangnya arena bermain tidak terawat baik. Ayunan dan jungkat-jungkit yang disediakan pengelola tidak bisa dipakai lagi. Hanya permainan tangga panjat saja yang masih bisa dipakai dan terlihat dikerumuni sekelompok anak-anak.
Bagi orang dewasa terdapat canopy trail. Fasilitas ini masih baru dan berfungsi baik. Disana ada sekelompok anak baru gede sedang menguji nyali. Bergelantungan pada seutas tambang dan jembatan dari kayu. Di area bermain ini terdapat juga beberapa gazebo dan meja-meja taman untuk rehat. Meski kondisinya sudah memprihatinkan, masih dibilang layak untuk dipakai. Tahura Gunung Kunci buka setiap hari mulai pukul 08.00-17.00 WIB.