Berjalan – Jalan Ke Tempat Wisata Eco Garden Park Sumedang

Objek wisata Eco Garden Park Sumedang merupakan kota kecil yang sangat terkenal dengan produksi tahunya yang sangat guruh dan lembut. Selain terkenal dengan kuliner nya kota ini. Memiliki potensi wisata yang melimpah salah satu nya itu eco garden park Semedang yang berada di Jl. Pagar Betis, Citengah, Sumedang Selatan,  Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45311.

Eco Green Park Sumedang

Objek wisata eco garden park Sumedang yang merupakan kawasan wisata yang terpadu dengan nuasa alam yang masih asri. Dimana tempat wisata sumedang yang berada di pesawahan yang berkaitan dnegan lingkungan hutan tropis dengan ketinggian 12 Mdpl. Sehingga suasana di objek wisata ini terasa sejuk dan nyaman. Tempat wisata rekreasi ini yang berjarak tujuh kilometer dari pusat kota Sumedang. Di bagian tengah terdapat sebuah aliran sungai cihonje dengan airnya yang sangat jernih dan dingin. Aliran sungainya ini berasal dari air curug cigorobag yang berada di hulu sungai. Jangan lupa baca tempat wisata gunung tampomas Sumedang

Harga Tiket Eco Garden Park Sumedang

  • Tiket Masuk Dewasa Rp. 20.000
  • Tiket Masuk Anak – Anak Rp. 15.000
  • Flying Fox / shake (Dewasa) Rp. 50.000
  • Flying fox, bridge, Spider (anak) Rp. 20.000
  • Ayunan langit Rp. 10.000
  • Sepeda Gantung Rp. 30.000 (dewasa), Rp. 25.000 (anak – anak)
  • ATV (anak) Rp. 25.000
  • Trampoline (anak) Rp. 20.000
  • Sewa Tenda/jam Rp. 25.000
  • Sewa hammock/jam Rp. 15.000

Wahana Dan Fasilitas Di Eco Garden Park Sumedang

  • Waterboom, memungkinkan wisatawan untuk berenang di lembah rimba yang hijau dan masih sangat asri.
  • Futsal lumpur, yang di sediakan bagi para pengunjung yang di inginkan untuk merasakan sensasi bermain futsal tanpa lapangan sintesis.
  • All Terrain Vehicle (ATV), yang merupakan kendaraan off-road yang dapat di sewakan untuk menelusuri track. Yang dekat sungai dnegan medan yang memiliki variasi tekstur menanjak. Menurun, miring, serta sesekali melewati tanah yang berlumpur.
  • Wisata petualangan (adventure) anda dapat menjajal kendaraan dengan beberapa rekan. Yang bisa menampung empat sampai sambilan orang.  Petualangan kemudian dilanjutkan menyelusuri medan off road di area perkebunan teh dan finish di Kampung Buhun.
  • Kemah ekskusif, bagi mereka yang ingin menikmati suasana Kampung Karuhun saat malam hari. Bisa mencoba berkemah di tempat ini. Berlasi di samping sungai, saranan camping yang di sediakan pengelola sudah di lengkapi tempat tidur, api unggun, dan lainnya.

Nasi Liwet Eco Garden Park Sumedang

Di Saung Budaya ini kita bisa menyaksikan pagelaran seni tradisional Jawa Barat. Seperti kacapi suling sambil menikmati makanan khas Nasi Liwet Karuhun dan Nasi Cobek. Kampung Karuhun juga menyediakan restoran dengan berbagai macam menu khas Sunda. Selain menampilkan alunan musik Sunda. Di Saung Budaya juga biasa tampil musik live kontemporer yang dibawakan anak muda band asal Sumedang. Tersedia juga fasilitas Saung Lesehan untuk tempat makan. Yang terdapat di pinggir Sungai Cihonje. Anda dapat menikmatai santapan lezat sambil memandang Sungai Cihonje. Yang melintas di Kampung Karuhun dengan air jernihnya. Di samping tempat lesehan, terdapat pula kolam ikan. Yang bisa dijadikan terapi ikan yang makin melengkapi fasilitas penangkal berlibur para wisatawan.

Renang Di Tengah Hutan Atau Mandi Di Sungai

Kolam renang untuk dewasa dan anak-anak juga ada di Kampung Karuhun dengan tiket masuk kolam hanya Rp 10 ribu. Kolam renang dengan air kolam yang asli dari sungai jernih. Dan mata air pegunungan mampu menghadirkan sensasi berenang di tengah hutan. Begitu pula dengan waterboom-nya. Kalau pun kita lebih memilih mandi atau berenang di Sungai Cihonje, itu akan berasa lebih nikmat liburannya. Bahkan kita bisa bisa asik mandi di sungai yang berhulu di Curug Cigorobog ini. Sambil mendengarkan alunan musik tradisional Sunda dari Pojok Seni yang dibangun di atas Sungai Cihonje. Sambil mandi di sungai terdengar alunan kacapi suling. Atau mendengarkan alunan musik khas tradisional Songah (Songsong Citengah). Yang terbuat dari bambu ciptaan seniman setempat Kang Ulis Sunarya.