Tempat Wisata Alam Curug Ngelay Kuningan Serta Sejarahnya

Ketika berkunjung ke kabupaten kuningan, maka jangan sampai lewatkan pesona air terjun yang berada di Kuningan. Curug ngelay Kuningan adalah sebuah objek wisata air terjun yang berada di kabupaten Kuningan. Yang mana kondisi air nya yang masih terjaga dan belum banyak yang mengunjunginya. Keindahan alamnya yang terbuka memang selalu menarik untuk tempat berlibur. Curug ngelay adalah salah satu destinasi wisata yang cukup tersembunyi di Kabupaten Kuningan Curug ini sendiri. Tepatnya berada di Desa Bagawat, Kecamatan Salajambe, Kabupaten Kuningan.

Sejarah Curug Ngelay Kuningan

Curug Ngelay Kuningan

Menurut pengelola sekitar, Curug Ngelay Kuningan mulai dibuka sebagai destinasi wisata mulai 1 Mei 2016. Berkaitan dengan nama curug ini, bagi sebagian orang khususnya masyarakat sunda Kata “Ngelay”. Tentu cukup familiar dan tak asing lagi. Ngelay dalam bahasa Indonesia memiliki arti “Ngiler” atau air liur yang sedikit menetes. Dinamakan Ngelay memang aliran airnya kecil dan tidak terlalu deras seperti air terjun atau curug pada umumnya. Meski aliran airnya tidak deras namun daya tarik yang dimiliki Curug Ngelay kuningan ini. Justru dari pemandangan airnya yang melewati celah-celah tebing batu yang terlihat sangat menawan. Tebing batu memiliki bentuk yang cembung sehingga air tidak langsung terjun namun mengalir terlebih dahulu di badan tebing. Karena keunikan yang dimiliki oleh Curug Ngelay Kuningan ini sehingga tidak sedikit yang mencari angle terbaik untuk di foto.

Keindahan Curug Ngelay Kuningan

Tidak jarang beberapa wisatawan mencari angle dengan menaiki tebing yang memiliki ketinggian 3 meter. Hanya untuk mendapatkan hasil terbaik dari foto Curug Ngelay ini. Curug Ngelay Kuningan sendiri memiliki ketinggian kurang lebih 100 meter dengan lebar sekitar 50 meter. Curug ini selain memiliki pesonanya yang memiliki karakteristik yang cukup unik. Curug Ngelay Kuningan memiliki air yang cukup jernih dan bersih.

Sehingga hampir setiap pengunjung memanfaatkan nya dengan mandi ataupun berendam di area kolam alami Curug Ngelay tesrsebut. Untuk sampai ke lokasi sebaik nya meminta guide karena disamping lokasinya jauh dan track yang kurang baik. Penunjuk jalanpun masih jarang dijumpai. Namun beberapa rintangan kecil tersebut tentu akan terbayar kan ketika para pengunjung sampai ke lokasi utama Curug Ngelay. Pemandangan alami curug nan unik dengan airnya yang jernih. Serta nuansa hutan yang masih asri tentu bisa menyegarkan pikiran dan mencipatakan rileksasi sejenak.

Fasilitas Curug Ngelay Kuningan

Untuk Tempat wisata Kuningan Curug ngelay ini masih tergolong baru jadi jangan heran jika lokasi masih belum maksimal. beberapa fasilitas yang bisa menunjang kenyamanan para pengujung cukup banyak mulai dari warung. Gazebo sebagai tempat berisirahat dan berteduh, mushola, toilet, area parkir, dll. Selain itu tersedia area parkir yang masih jauh dari lokasi curug. Pengunjung pun masih harus berjalan kaki dengan kondisi jalan yang masih berbatu. Untuk aliran listrik pun juga masih belum ada. Sehingga fasilitas seperti toilet pun masih menggunakan air yang tersumber dari curug tersebut.

Harga Tiket Masuk Curug Ngelay Kuningan

Karena lokasi ini masih belum banyak dikunjungi oleh wisatawan dan masih belum ada loket pembayaran resmi. Setiap pengunjung pun tidak dikenakan biaya masuk seperti yang ada di lokasi wisata biasa nya. Pengunjung cukup membayar tarif parkir kendaraan sekitar Rp 3.000 – Rp 5.000/kendaraan. Sedangkan untuk jam buka lokasi Curug Ngelay Kuningan adalah jam 08:00 – 17:00.

Lokasi Curug Ngelay Kuningan

Lokasi Curug Ngelay Kuningan yang berada di Desa Bagawat, Kecamatan Salajambe. Kabupaten Kuningan ini memiliki akses yang belum sepenuhnya mudah. Jika ingin bertandang kesana, kamu bisa menuju wilayah Kuningan, setelah itu cari alamat Curug yang berada di Kecamatan Salajambe. Akses lokasi yang masih belum sepenuh nya maksimal membuat perjalanan yang harus kamu tempuh terbilang banyak membutuhkan energi. Jika kamu dari pusat Kuningan, maka jarak air terjun Ngalay sekitar 65 Km. Dan membutuhkan waktu sekitar 1 – 2 jam perjalanan. Setelah sampai di Kecamatan Salajambe, maka perjalanan masih harus kamu lanjutkan untuk menuju Desa Bagawat yang berada di area pegunungan. Aksesnya yang menajak dengan jalanan yang berkelok akan kamu lalui. Jika ingin kesana, maka gunakan kendaraan pribadi roda dua agar mempermudah perjalanan menuju lokasi curug.