Tempat Wisata Alam Curug Dengdeng Tasikmalaya

Siapa sangka Tasikmalaya ini masih memiliki air terjun cantik yang masih alami. Yang di hiasi dengan rindangnya popohonan hijau di sekeliling curug dengdeng Tasikmalaya.

Sejarah Curug Dengdeng Tasikmalaya

Curug Dengdeng Tasikmalaya

Menurut cerita yang beredar di masyarakat kata dengdeng bermula dari kata bedengan. Air terjun atau curug ini memiliki bentuk berundak seperti persawahan. Sehingga disebutlah kata bedengan yang hingga sekarang menjadi kata dengdeng. Ada juga yang mengartikan kata dengdeng dengan istilah tidak rata. Sama saja sebenarnya, tidak rata di sini merupakan arti dari bentuk air terjun yang mempunyai beberapa tingkatan. Selain asal mula penamaan yang menarik, curug ini juga mempunyai sejarah Curug Dengdeng Tasikmalaya yang amat mashur di kalangan masyarakat. Pada waktu dahulu, Curug Dengdeng digunakan sebagai tempat pertarungan dua orang. Yang sakti mandraguna bernama Pangeran Jaya Nalangsa dan Pangeran Jaya Laksana. Pertarungan tersebut dilakukan sebagai pembuktian besarnya kekuatan kanuragan masing-masing. Pangeran yang menang akan menetap berdiri di puncak air terjun. Sedangkan pangeran yang kalah akan terjatuh ke dalam dasar air terjun.

Keindahan Curug Dengdeng Tasikmalaya

Curug dengdeng Tasikmalaya ini memiliki 3 tingakat ketinggian yang berbeda – beda. Tingkat yang paling atas memiliki tinggi 9 meter. Tinggat tengah dengan ketinggian 11 meter dan tinggkat paling bawah memiliki. Ketinggian melebihi 2 curug air terjun di atasnya yaitu 13 meter. Air yang terjatuh dari curug dengdeng Tasikmalaya ini langsung mengalir menjuju sungai cikembang. Jalanan yang berada di sekeitar objek wisata adalah jalanan sawah. Dan anda dapat menikmati indah nya dedaunan padi yang menari di terpa angin di sekitar lokasi. Mengeingat jalanan yang bida di lalui adalah sedemikian sulit. Anda harus pandai – pandai memilih waktu yang tepat ketika berkunjung ke lokasi ini.

Anda harus berkunjung di saat musim kemarau, agar perjalanan anda tidak terhamabat dengan jalanan yang licin dan berlumpur. Selain itu, jika anda datang pas musim hujan, hal yang paling di takutkan adalah datang nya banjir secara tiba – tiba. Kondisi air terjun yang lebar serta debet air nya yang bisa di bilang cukup besar. Membuat anda harus lebih hati – hati yang ekstra gunkan alas kaki yang pas untuk anda wista kali ini. Serta anda harus bawa bekel yang cukup terutama untuk air minum. Perjalanan yang banyak tangtangin ini akan menguras tenaga anda jadi usahkan anda harus dengan keadaan yang sehat. Keadaan curug dan sekitar lokasi yang masih alami, membuat. Tempat wisata Tasikmalaya ini terlihat asri dan akan membuat Anda benar-benar menyatu dengan alam.

Lokasi Curug Dengdeng Tasikmalaya

Letak Curug Dengdeng Tasikmalaya ini jika dilihat dari peta adalah berada di Desa Tawang. Maka benar saja jika Curug Dengdeng ini banyak disebut-sebut dengan Curug Dengdeng Tawang Tasikmalaya Jawa Barat. Selain itu, ada pula yang menyebutnya dengan Curug Dengdeng Cipatujah Tasikmalaya Jawa Barat. Hal tersebut berkaitan dengan rute menuju lokasi wisata yang harus melewati daerah Cipatujah. Sehingga Curug Dengdeng juga disebut demikian. Bila dilihat lebih luas, curug ini tepatnya berlokasi di Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya. Klik di sini untuk peta menuju curug dengdeng tasikmalaya.

Rute Menuju Curug Dengdeng Tasikmalaya

Untuk bisa tiba di lokasi, jalan menuju Curug Dengdeng Tasikmalaya yang bisa Anda lalui sudah cukup baik di beberapa wilayah. Jarak Curug Dengdeng dari pusat Kota Tasikmalaya adalah sekitar 70 kilometer. Anda yang berasal dari pusat Ibukota Jakarta, Anda harus menempuh jarak 350 kilometer untuk dapat menikmati hamparan keindahan curug ini. Dari arah mana saja, Anda cukup melaju ke arah Kecamatan Cikatomas. Dari pusat pemerintahan kecamatan ini, Anda cari arah menuju Desa Tawang. Untuk bisa sampai di Tawang, satu patokan yang harus Anda lihat adalah SPBU di Kecamatan Cikatomas. Ketika sudah menemukan SPBU tersebut, Anda ambil jalan desa menuju Tawang. Jarak dari SPBU ini ke Desa Tawang adalah kisaran 10 kilometer atau sekitar 20 menit perjalanan. Karena jalan yang harus dilewati masih berupa jalan tanah dan berlumpur, tentu membutuhkan waktu tempuh yang lebih lama. Anda harus benar-benar menyiapkan stamina dan kendaraan sebelum berniat pergi berwisata ke curug ini.

Setibanya di Desa Tawang, Anda akan menemukan kondisi jalan yang lebih baik. Namun perjalanan belum berakhir sampai di sini. Anda akan diajak untuk berkendara di jalanan yang lebih menantang. Karena semakin mendekat ke lokasi air terjun, jalan yang harus dilalui semakin sempit dan rusak. Karena berada di wilayah perbukitan, akan Anda temui pula jalanan yang menurun tajam atau menanjak naik ketika Anda pulang. Tiba di sekitaran lokasi wisata, Anda dapat memarkir kendaraan di beberapa rumah warga yang ada. Perlu dicatat, tempat parkir kendaraan yang bisa Anda manfaatkan ini disediakan. Secara swadaya oleh masyarakat sekitar curug karena memang belum ada fasilitas parkir yang secara resmi disediakan. Dari tempat parkir ini, Anda harus berjalan kaki kurang lebih 30 menit. Untuk mempermudah perjalanan terakhir Anda, Anda bisa mengajak. Serta warga yang stand by di tempat sebagai pemandu wisata Anda untuk sampai di curug.

Pencarian Terbaru: