Kesejukan Tempat Wisata Curug Cibali Majalengka

Air Terjun Curug Cibali Majalengka ini merupakan sebuah objek wisata alam. Yang berada di Desa Cikondang, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka. Jawa Barat. Yang berjarak sekitar lebih dari 39 km, dari pusat Majalengka. Tempat wisata Majalengka ini belum di kelola dengan sangat baik. Curug Dibali Majalengka ini memiliki keunikan tersendiri dari postur Curugnya. Yaitu karakteristik dari Curu ini yang berundak – undak dari atas ke bawah. Dengan kondiri air yang tidak terlalu deras sangat aman untuk di gunakan. Sebagai objek wisata keluarga serta situs tempat ini dengan pemadangan yang sejuk. Jangan lupa baca juga tempat wisata Curug cipeuteuy Majalengka

Lokasi Curug Cibali Majalengka

Air terjun cibali yang terletak di Desa Cikondang Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka. Yang berjarak dari kota majalengka ke lokasi sekitar 39 Km.

Air Terjun Cibali Majalengka

Untuk menuju Curug Cibali, wisatawan dapat mengambil jalan utama Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis. Dan kemudian belok kiri masuk ke Desa Kondangmekar Kecamatan Cingambul. Namun, diperlukan usaha ekstra untuk mencapai Curug Cibali karena belum terdapat akses jalan yang layak bagi wisatawan. Untuk sampai di objek wisata tersebut, harus melalui sawah, sungai dan jalan yang sangat licin.  Sangat disayangkan karena masyarakat belum banyak yang mengetahui Curug Cibali. Apalagi letak Desa Kondangmekar Kecamatan Cingambul yang berada di perbatasan antara. Kabupaten Majalengka dengan Kabupaten Ciamis, membuat Curug Cibali kurang dikenal.

Keindahan Wisata Alam Curug Cibali Majalengka

Curug cibali majalengka ini memiliki panorama yang masih alami. Serta membuat mata anda terpesona. Rute perjalanan yang melintas area persawahan hijau yang menambahkan pemandangan dan kesejukan tempat ini. Dan di tempat ini anda bisa menghilangkan penat dan merelaksasikan tubuh. Suara gemericik airnya mendorong  anda untuk segera bermain air dan merasakan kesegaran alam. Biasanya para pelajar banyak mengunjungi tempat ini pada waktu liburan.

Situs Bersejarah Pasarean Curug Cibali Majalengka

Cibali atau yang sering di kenal dengan nama Kondangmekar yang memiliki sejarah panjang sebagai sebuah Desa. Cibali merupakan daerah bagian dari Kasepuhan Cirebon. Nama Cibali berawal dari sebuah peristiwa pertempuran batin antara Kasepuhan Cirebon dengan Rajagaluh. Oleh karena kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa terbentuklah pemisah antara kedua daerah berupa aliran sungai. Uniknya, sungai yang terbentuk tersebut menyerupai bali. Oleh karena itu disebut dengan nama Cibali (air yang menyerupai bali). Sebagai Sebuah desa yang telah terbentuk sejak ratusan tahun lalu. Cibali ini tentu saja memiliki banyak sejarah dan situs sejarah. Salah satu situs bersejarah yaitu terdapat di Cibali yaitu makan leluhur. Yang tepatnya berada di Blok pasarean. Blok pasarean Dususn Cibali, Desa Kondangmekar. Yang terdapat empat situs bersejarah yang berupa makam leluhur.

Makam pertama merupakan makam Rajabali. Makam kedua dan ketiga letaknya bersebelahan, yaitu makam Nyi Mas Melayu Mbok Penganten dan Nyi Ringgit Sari. Lalu yang terakhir dan letaknya paling bawah adalah makam Buyut Konda. Rajabali merupakan sebutan untuk seorang pendatang dari Kerajaan Bali. Sedangkan makam Nyi Ringgit Sari merupakan makam simbolis (keberadaan jenazah Nyi Ringgit Sari tidak diketahui keberadaannya). Kemudian, Nyi Mas Melayu Mbok Panganten dan Buyut Konda merupakan leluhur di Desa Cibali. Seperti halnya beberapa situs bersejarah di daerah lain. Di Pasarean pun terdapat sebuah larangan berupa larangan untuk mengambil kayu dari wilayah Hutan Pasarean. Menurut Pak Kuswara selaku Kepala Desa Kondangmekar kedua, larangan tersebut dibuat oleh leluhur untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Tiket Masuk Curug Cibali Majalengka

And tidak perlu khawatir dengan tarif atau biaya tiket masuknya. Karena masih relatif sangat murah sekitar Rp. 5.000, yang berlokasi di dalam pedesaan. Untuk akses menuju lokasi air terjun cibali ini masih sedikit sulit. Untuk sampai di lokasi air terjun, anda sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi. Karena jasa transportasi dan fasilitas di tempat wisata ini masih sangat minim.