Tempat Wisata Sejarah Dan Budaya Di Candi Ratu Boko Yogyakarta

Yogyakarta menjadi salah satu kota yang memiliki banyak wisata yang menarik. Salah satu nya adalah kawasan wisata sejarah dan juga budaya seperti Candi Ratu Boko. Letak nya juga berdekatan dengan kawasan wisata candi Prambanan Yogyakarta. Tidak jarang para wisatawan akan di tawari tiket terusan untuk mengunjungi kawasan wisata ini. Kawasan wisata budaya dan sejarah ini bisa di akses dengan sangat mudah. Apalagi memiliki keunikan dan juga sisi menarik tersendiri yang bisa memanjakan para wisatawan.

Lokasi Candi Ratu Boko Yogyakarta

Candi Ratu Boko Yogyakarta

Candi Ratu Boko adalah sebuah situs purbakala yang berada di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Candi ini berjarak sekitar 18 km sebelah timur dari pusat kota Yogyakarta. Alamat Candi Ratu Boko tidak begitu sulit ditemukan. Untuk mencapai lokasi wisata candi Ratu Boko ini, jika berasal dari pusat kota Yogyakarta. Maka bisa langsung mengambil arah ke jalan Solo. Baca juga tempat wisata taman sari yogyakarta dan tempat wisata candi prambanan yogyakarta

Sejarah Candi Ratu Boko Yogyakarta

Pada abad ke 17, ada seorang warga eropa yang sempat berkunjung ke Jawa, tepatnya di wilayah Bokoharjo. Hanya saja, orang tersebut tidak menemukan situs yang dimaksud. Orang eropa yang masih penasaran dengan situs ini pun bercerita dengan H.J. De Graff. Orang Belanda yang kemudian di lakukan lah sebuah penelitian oleh FDX Bosch yang pada akhirnya di temukan lah reruntuhan ini. Menurut Prasati Abhayagiri wihara yang mempunyai angka 792 M. Situs Ratu Baka merupakan tempat Rakai Panangkaran yang mengundurkan diri dari Raja Mataram karena, membutuhkan sebuah ketenangan. Kemudian, Rakai Panangkaran membangun sebuah Wihara yang disebut Abhayagiri Wihara.

Ada pula sebuah cerita yang berkembang bahwa Ratu Boko ini diambil dari sebuah nama. Nama yang juga mengacu pada Ayah dari legenda Roro Jonggrang. Cerita ini sudah berkembang pesat di kalangan masyarakat sekitar. Keraton Ratu Boko sudah digunakan pada masa dinasti Syailendra.  Situs Ratu Boko merupakan peninggalan Agama Budha. Karena Rakai Panangkaran diketahui beragama Budha. Hal ini diketahui dengan adanya Arca Dyani Budha, tetapi situs ini pun bisa juga disebut dengan situs peninggalan agama Hindu. Yaitu dengan di temukan nya Arca Durga, Yoni, dan Ganesha.

Daya tarik Keraton Ratu Boko

Situs ini berada di atas bukit dengan ketinggian 200 mdpl. Bisa dibilang kawasan ini adalah sebuah kawasan keraton yang cukup lengkap diantara keraton jawa lainnya. Dimana kompleks bangunan ini cukup lengkap tediri dari pintu gerbang masuk, pendopo, tempat tinggal, kolam pemandian, dan juga pagar pelindung. Terlihat hamparan sawah, candi dan terkadang kereta api yang sedang melintas menjadi pesona yang cukup menarik. Apalagi, udaranya yang sejuk karena, banyaknya pepohonan dan rumput-rumput yang serba hijau.

Untuk menikmati pemandangan ini bisa dengan duduk di kursi-kursi yang sudah disediakan oleh pihak pengelola. Dari sinilah, wisatawan semua bisa melihat keindahan dari atas ketinggian ini. Kursi-kursi ini sangat menarik untuk dijadikan sebagai spot foto. Dari sekian banyak daya tarik yang di miliki oleh situs ini. Ada satu hal yang membuat siapa pun rela untuk menunggu. Apa itu? Pesona Matahari Terbenam yang begitu cantik dan tidak ada tempat yang bisa menyuguhkan pemandangan seindah ini.

Warna oranye matahari tepat berada di tengah-tengah pintu gerbang situs. Berpadu dengan warna langit yang menggemaskan. Bisa dipastikan, tempat ini mampu menghasikan Foto Siluet terbaik dengan landscape yang terbaik pula. Semuanya seakan terasa tepat dan pas. Tetapi, sekali lagi yang namanya pesona Matahari terbenam adalah sebuah pesona keberuntungan. Karena, biasanya kabut dan awan akan menyelimuti kawasan ini. Walaupun, dalam keadaan ini para pengunjung semua masih mampu menciptakan kreasi foto yang luar biasa indahnya. Tidak hanya itu saja, ada pula tempat perkemahan, trekking, paket wisata edukatif. Dan pemandu yang bisa dimanfaatkan untuk membantu para pengunjung yang datang.

Harga Tiket Candi Ratu Boko Yogyakarta

Harga tiket lokasi ini bisa di bilang cukup lah murah. Dimana, ada tiket terusan yang bisa di beli di Candi Prambanan dengan harga 30-40 ribu rupiah. Jika para pengunjung menggunakan tiket terusan ini maka para pengunjung semua akan di sediakan sebuah Shuttle Bus. Yang akan mengantarkan para pengunjung semua ke Candi Prambanan Yogyakarta menuju ke Keraton Candi Ratu Boko Yogyakarta.

Jika para pengunjung yang akan datang ke tempat wisata Yogyakarta ini. Maka harga tiket nya sebesar Rp. 25.000 untuk usia di atas 6 tahun. Namun bagi yang masih berusia di bawah 6 tahun akan di kenakan biaya sebesar 13 dollar. Sejujur nya harga yang di tawarkan ini cukup mahal untuk sekelas situs kerajaan.

Hanya saja, bangunan peninggalan keraton ini sudah berusia ratusan. Otomatis, biaya perawatan nya pun cukup mahal. Kecuali jika para pengunjung datang pada saat sunset tiba. Harga tersebut bisa jadi cukup murah dengan hasil yangakan di dapat kan.

Arsitektur Candi Ratu Boko Yogyakarta

Berikut adalah bagian bagian dari arsitektur Candi Ratu Boko yang menarik untuk disimak.

Gerbang Utama Candi Ratu Boko

Gerbang masuk ke Candi Ratu Boko ini terletak di bagian barat situs candi ini. Gerbang masuk sendiri terdiri dari 2 jenis gerbang, yakni gerbang luar dan gerbang dalam. Gerbang luar memiliki ukuran yang lebih kecil sedangkan gerbang dalam merupakan gerbang utama Candi yang berukuran lebih besar. Terdapat Gapura luar yang di susun oleh 3 buah Gapura Paduraksa yang di susun secara berjajar.

Sedangkan di bagian dalam candi, terdapat Gapura utama yang memiliki 5 jenis buah Gapura Paduraksa. Di dalam Gapura dalam atau Gapura luar, terdapat tulisan Panabrawa. Panabrawa ini merujuk pada Rakai Panabrawa yang merupkan keturunan dari Raja Rakai Panangkaran. Bila melihat dari sejarah nya, Rakai Panangkaran adalah salah satu penguasa Keraton Ratu Boko. Yang kini menjadi situs Candi Ratu Boko Yogyakarta ini.

Candi Batu Kapur, Candi Pembakaran Dan Sumur Suci

Terdapat beberapa candi dalam kompleks Istana Ratu Boko Yogyakarta ini. Terdapat Candi Batu Kapur atau Candi Batu Putih yang terletak di bagian timur laut situs ini. Candi ini di namakan Candi Batu Kapur karena memiliki fondasi dari batu kapur. Bagian atas dari candi ini sudah tidak bersisa. Sejarawan berpendapat bahwa bagian atas candi ini terbuat dari material kayu yang mudah hancur sehingga tidak bersisa saat ini.

Selain Candi Batu Kapur, di dalam istana Ratu Boko juga terdapat Candi Pembakaran dan Sumur Suci. Candi Pembakaran adalah bangunan yang terletak di depan situs ini. Sehingga para pengunjung akan melihat bangunan Candi Pembakaran terbangun dari bahan batu andesit.  Bangunan ini memilki luas 22,6 x 22,33 x 3,82 meter. Dinamakan Candi Pembakaran karena di dalam Candi ini ditemukan abu bekas pembakaran.

Di bangunan Candi Pembakaran Anda juga bisa melihat sumur suci yang berukuran 2,3 x 1,8 meter. Pada musim kering, kedalaman air di sumur ini bisa mencapai 2 meter. Dikisahkan dalam sejarah Ratu Boko, masyarakat menggunakan air di sumur suci ini untuk upacara keagamaan yang berlangsung di Candi Pembakaran. Air dari sumur suci ini.

Rute Menuju Ke Istana Candi Ratu Boko Yogyakarta

Dari Bandara Adisucipto

Dari bandara Adisucipto, pengunjung bisa juga naik Trans Jogja. Caranya jalan ke halte Maguwo, kemudian naik Trans Jogja dengan rute ke arah timur menuju Prambanan. Setelah sampai prambanan, bisa langsung naik ojek. Jika naik kendaraan Pribadi atau taksi, patokan nya adalah candi Prambanan. Jika dilihat dari jalan raya utama situs Ratu Boko terletak di seberang Candi Prambanan. Dan masih 3KM ke melalui jalan Piyungan.

Dari Stasiun Lempuyangan

Dari Stasiun Lempuyangan kamu bisa langsung naik bus Trans Jogja dari halte Fly over Lempuyangan. Kemudian naik rute 4A turun di Halte Prambanan. Setelah itu bisa langsung naik ojek.

Dari Stasiun Tugu Dengan Kendaraan Umum

Jarak Istana Ratu Boko sekitar 18 km dari Stasiun Tugu Jogja. Untuk menuju Lokasi ini dari stasiun Tugu, bisa langsung jalan kaki menuju halte Trans Jogja Malioboro 1. Kemudian naik rute 1A jurusan Prambanan. Dari halte kamu bisa langsung naik Ojek mungkin sekitar Rp 20.000

Pencarian Terbaru: