Tempat Wisata Candi Jiwa Karawang Yang Harus Dikunjungi

Tempat Wisata Candi jiwa terletak dikomplek percandian Batujaya, tepatnya di Kecamatan Batujaya, dan Pakisjaya, Karawang, Jawa Barat. Dimana candi jiwa merupakan salah satu peninggalan agama Budha yang umur nya lebih tua dari pada Candi Borobudur di magelang. Salah satu candi Budha yang ada diindonesia adalah Sejarah Candi  Sewu yang terletak di kalten, Jawa Tengah. Dan masih banyak juga objek wisata di kota karawang.

Sejarah Candi Jiwa Menurut Sumber Yang Ada

candi jiwa

Bukan hanya candu jiwa yang berada di kompleks ini, juga tercapai 46 titik candi-candi yang ter besar diarea percandian Batujaya. Dan akan ada kemungkinan bertambah lagi, karena masih ada penemuan-penemuan situs baru di sekitar komplek Candi Batujay. Karena diperkirakan masih  ada candi yang terpendam dalam tanah.

Namun hanya ada beberapa candi yang terkenal dan dipugar oole pemerintah diantaranya:

  • Candi Jiwa atau Candi Batujaya I
  • Candi Serut atau Candi Batujaya VII
  • Candi Sumur atau Candi Batujaya VIII
  • Candi Blandonagan atau Candi Batujaya V

Ada beberapa sumber candi jiwa dibandingkan anatara abad ke-2 hingga ke-12 Masehi.

1. Sejarah Penemuan Candi Jiwa dan Komplek Candi Batujaya

candi jiwa

Penelitian awal dilakukan pada atahun 1984 oleh tim Arkeilogi dari Fakultas Sastra Indonesia yang saat ini bernama Falkultas Ilmu Budayta Universitas Indonesia. Karena hal ini laporan dari penduduk sekitar yang menemukan benda-benda purbakala di area persawahan yang timbun tanah. Timbun disebut “unur” oleh masyarakat sekitar. Unur juga di kermatkan oleh masyarakat sekitar. Hingga tahun 2000 telah ditemukan sekitar 24 situs yang berada di area desa tegaljaya dan 13 situs yang ada di sekitar desa segaran. Dan di tahun itu pula 24 situs yang ditemukan baru terevakuasi 11 candi dan misteri pembangunan dari candi-candi tersebut sampai saat ini msih belum jelas terungkap. Karena memang tidak banyak sumber mengungkapkan asal mula dari candi-candi di situs Batujaya.

Candi- Candi yang berhasi dievakuasi adalah:

  • Segaran I (Unur jiwa/Candi Jiwa)
  • Segaran III (Unur Damar)
  • Segaran IV
  • Segaran V (Unur Blandongan/Candi Balndongan)
  • Segaran IX (Situs Kolam)
  • Telagajaya I (Unur Serut)
  • Telagajaya V (Unur Asem)
  • Telaga VIII

Namun saat ini candi Jiwa dan candi segaran/ Batujaya I sudah dipugur meskipun belum keseluruhan terbentuk asli candinya. Candi Blondongan atau candi Segaran/Batujaya 5 yang memiliki bentuk yang paling lengkap antara candi-candi lainnya. Dalam penelitian yang telah ditemui sejumlah 31 situs anatar 1992 dan 2006. Dan situs-situs tersebut dinamakan sesuai dengan nama desa tempat ditemukannya situs-situs sebelumnya.

2. Sejarah Penanaman Candi Jiwa

Batujaya I atau candi Jiwa memiliki sejarah yang cukup misteri. Dari keterangaan warga yang mengetahui daerah dideket candi Jiwa. Bahwa dulunya unur atau gundukan tanah yang menutupi cnadi tersebut dilewati oleh kambing. Dan kaming itu mati tanpa sebab yang jelas, dan dari situ masyarakat sekitar menganggap tempat itu memiliki “Jiwa”. Karena tidak hanya sekali, kambing yang lewat unur mati tanpa sebab. Dari sumber lain mengatakan bahwa, Kata jiwa berasal dari “Syiwa” yaitu salah satu dewa dari agama hindu. Hal ini didasarkan dari pengaruh aksen sunda yang mempengaruhi penyebutan nama Syiwa dari waktu ke waktu sehingga menjadi nama jiwa. Namun, Hal ini cukup dipertanyakan karena beberapa penemuan yang mengerucutkan bahwa candi Jiwa ini lebih kepada candi peninggalan Budha.

3. Sejarah Berdirinya Candi Jiwa dan Komplek Candi Batujaya

Tidak banyak sumber yang menyatakan asal-usul berdirinya Candi Jiwa ini. Ada beberapa penemuan yang ditemukan di kompleks percandian Batujaya ini. Penemuan tersebut berbentuk tablet / lempengan batu yang berukir relief Budha, beberapa jenis keramik, Sebuah Prasasti terakota yang  meerisi mantra Budha, dan masih banyak lagi.

Hal ini menunjukkan bahwa bangunan ini merupakan salah satu bangunan peninggalan agama Budha. Dan hal ini diperkuat lagi dengan arsitek dari candi ini berbentuk seperti bunga teratai yang diduga diatasnya terdapat stupa dari Budha. Dari sebuah analisis radiometri carbon 14 pada artefak yang telah ditemukan di komplek Percandian Batujaya menyebutkan bahwa candi-candi di kompleks ini dibuat pada abad ke-2 hingga abad ke-12, temasuk candi Jiwa. Hal ini ditunjukkan dari beberapa penemuan prasasti dan , keramik China, votive tablet, dan arca-arca stucco yang ditemukan di kompleks candi Batujaya ini memiliki penanggalan absolute china dan juga bentuk tulisan palografi dari prasasti-prasasti yang ditemukan. Dari beberapa sumber diatas candi Jiwa diperkirakan dibangun pada masa Kerajaan Tarumanegara.

Objek Wisata Situs Disekitar Candi Jiwa

1. Telagajaya VIII

Bangunan yang berukuran 6 x 4 meter dan terdapat tangga di abgian timur lautnya. Dan ditengah candi terdapat sumuran yang berukuran sekitar 1,8 x 1,7 meter.

2. Unur Serut (Telagajaya I)

Unur serut ini berukuran 22 x 10 meter, bangunan di unur ini sudah rusak parah. Terdapat mungkin lebih dari satu candi di unur ini. Dimana salah satu bangunan memiliki ukuran 8 meter dan ada yang berukuran 6 meter. Disini juga ditemukan ornament yang dilapisi dengan stucco. Dan juga ada beberapa arca berbentuk hewan dan manusia.

3. Unur Danar (Segaran III) dan Segaran IV

Unur Danar ini merupakan bangunan yang berukuran 20 x 15 meter dimana bangunan ini disinyalir sebagai kaki candi saja. Pada bagian barat terdapat tangga yang sudah rusak. Sedangakan unur segaran IV terdapat banunan berukuran 6.5 x 6.5 meter dan dibagian tenggara terdapat tangga yang juga sudah rusak.

4. Unur Asem (Telagajaya V)

Terdapat bangunan dengan bentuk persegi dengan ukuran 10×10 meter. Terdapat tangga yang berada di timur laut dan tenggara dan dibagian atas terdapat bangunan yang sudah rusak yang terlihat seperti sebuah lingkaran.

5. Unur Blandongan (Segaran VI)

Unur Blandongan atau candi Blandongan merupakan situs di sekitar candi Jiwa yang memiliki bentuk paling sempurna jika dibandingkan candi-candi lainya. Memiliki ukuran 25×25 meter. Terdapat anak tangga pada setiap sisinya. Pada bagian bawah candi terdapat lorong yang memisahkan antara bangunan berlapik dan juga dinding samping. Terdapat bangunan ditengah dengan ukuran 12×12 meter. Di Candi ini juga ditemukan beberapa tablet yang berukir relief Budha. Selain itu juga ditemukan tablet yang bertuliskan huruf pallawa.

6. Unur Sumur (Segaran IX)

Bangunan ini hanya bangunan berbentuk persegi panjang dengan panjang sekitar 11 meter, dan lebar sekitar 7,5 meter. Merupakan sebuah kolam dengan kedalaman masih belum diketahui. Tebal dinding sebelah timur mencapai 4 meter dan di dinding lain 1,7 meter.

Lokasi Candi Jiwa dan Kompleks Candi Batujaya

Kompleks Batujaya diperkirakan tesebar diarea seluas 5 km persegi, yang meliputi dua desa di dua kecamatan yaitu Desa Telagajaya, Kecamatan Pakisjaya dan Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, Kabupaten karawang, Provinsi Jawa Barat. Dalam komplek Candi  Batujaya juga diisi dengan area persawahan dan peremukiman warga. Candi Jiwa juga terletak tidak jauh dari pantai utara jawa dan juga hanya berjarak 500 meter dari sungai Citarum. Karena sungai Citarum keadaan tanah di area kompleks Candi selalu basah meskipun musim kemarau. Candi jiwa juga hanya terletak sekitar 15 kilometer arah timur laut dari situs Cibuaya, yang merupakan salah satu situs agama Hindu dan pra-Hindu yang diperkirakan dibangun pada abad pertama Masehi. Untuk menuju ke Candi Jiwa kamu bisa mencapainya dengan mobil maupun  motor.

  • Jika kamu dari Jakarta dan menggunakan mobil, kamu bisa masuk ke Jalur tol Cikampek.
  • Keluar dari pintu tol di Km 49 yang berada di Karawang Barat
  • Setelah keluar tol, kamu bisa menuju kearah rengasdengklok
  • Susuri jalan hingga sampai di Terinal Rengasdengklok, Lalu Belok kanan
  • Hingga kamu melihat Plang bertuliskan Batujaya, kamu bisa mengikuti rambu jalan tersebut.
  • Dari situ kamu Kompleks Candi berjarak 20 km

Kondisi jalan sudah mulus dengan beton saat menuju ke arah kompleks candi. Namun, jalan agak sedikit kecil,  Jadi kamu bisa sedikit hati-hati untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena jarak antar candi di kompleks percandian Batujaya ini terpisah jauh, maka pemerintah setempat membuat jalan setapak selebar 1 meter yang memudahkan kamu untuk mengeksplore seluruh candi di Kompleks ini. Dan jangan lupa kunjungin tempat wisata karawang lainnya.

Sumber Wikipedia