Mengenal Tempat Wisata Bersejarah Candi Dieng Wonosobo

Candi Dieng Wonosobo ini merupakan sebuah komplek candi yang berada di dataran tinggi dieng. Yang berada pada ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut. Dikomplek candi ini juga meruoajan salah satu candi tertua di Jawa. Yang di bangun sekitar abad ke 7 hangga abad ke 9 Masehi. Di area komplek candi ini juga memiliki wilayah yang sangat luas. Yang memiliki panjang hampir 1900 meter dari lebar sekitar 800 meter. Candi Dieng Wonosobo ini merupakan candi peninggalan agama hindu yang beraliran Syiwa. Dan di perkirakan di bagunan pada masa pemerintah kerajaan Kalingga pada masa destinasi Wangsa Sanjaya.

Candi Dieng Wonosobo

Selain candi dieng Wonosobo ini beberapa candi Hindu di Indonesia diataranya. Yaitu Camdi Cetho, Sejarah candi Penataran. Candi dieng Wonosobo ini terdiri dari delapan candi yang berukuran kecil. Hingga sat ini nama candi dan sejarah yang berdirinya candi – candi dieng yang menjadi misteri. Karena minimnya sumber dan masih sedikitnya penemuan prasasti-prasasti yang mengungkap sejarah di balik berdirinya candi tersebut. Namun, masyarakat lokal menamainya dengan tokoh-tokoh pewayangan yang terkenal, seperti Arjuna, Gatutkaca, Dwarawati, dan Bima.

Lokasi Candi Dieng Wonosobo

Untuk lokasi atau alam candi dieng Wonosobo ini yaitu yang berada di Dieng Kulon, Kecamatan Banjarnegara, Jawa Tengah 53456. Anda juga dapat mengetahui lokasi tersebut dengan bantuan GPS melalui koordinat GPS : 7° 12′ 13.57″ S, 109° 54′ 53.15″ E.

Tiket Masuk Wisata Candi Dieng Wonosobo

Untuk memasuki objek wisata ini harga nya tidak terlalu mahal. Yaitu sebesar Rp. 10.000/orang, serta anda yang bisa menikmati indahnya candi di atas awan. Tiket tersebut yaitu sudah termasuk ke dalam kawah sikidang. Sedangkan untuk harga parkir kendaraan masih sama dengan tempat wisata Wonosobo lainya yaitu kisaran Rp 2000 hingga Rp 5000.

Rute Menuju Candi Dieng Wonosobo

Untuk rute menuju candi dieng Wonosobo ini sebenarnya ada dua rute yang bisa anda lalui yaitu wonosono dan banjarnegara. Akan tetapi kebanyakan para wisatawaan untuk menuju candi dieng ini lebih memilih rute Wonosobo. Karena kondisi jalan yang jauh lebih baik di bandingkan dengan rute Banjarnegara. Bagi anda yang menggunakan kendaraan pribadi untuk mengunjungi dieng. Maka anda harus menuju ke kota wonosobo terlebih dahulu, lalu cari alun-alun kota wonosobo. Sesampai di alun – alun terdapat jalan dieng dan ikuti jalan tersebut. Ke arah utara hingga sampai ke pintu masuk candi dieng yang bearada di kiri jalan.

Jika anda menggunakan fasilitas transportasi umum sebagai kendaraan menuju dieng. Maka anda bisa menuju ke terminal mendala wonosobo. Setelah sampai di terminal lanjutkan perjalanan dengan menaiki angkot atau bus jurusan kota wonosobo. Setelah sampai di pemberhentian maka anda harus melanjutkan perjlanan dengan bus jurusan Wonosobo dieng. Hingga sampai di pintu masuk candi dieng. Rute terbaik dari kota – kota besar di indonesia menuju dieng :

  • Dari Jakarta. Langsung menuju ke Brebes -> Purowkerto -> Wonosobo -> Dieng
  • Dari Jogja. Jogja – > Magelang -> Temanggung -> Wonosobo -> Dieng /  Atau bisa juga lewat jalur alternatif melalui jogja -> Salaman magelang -> Wonosobo -> Dieng
  • Dari Semarang. Semarang -> Temanggung -> Wonosobo -> Dieng

Sejarah Candi Dieng Wonosobo

Sejarah Candi Dieng Wonosobo ini yang di awali dengan penemuan sebuah prasasti yang berangka pada tahun 808. Prasasti ini yang merupakan prasati tertua dengan tulisan Jawa Kuno. Jadi para ilmuwan yang menyimpulkan Candi Dieng yang di bangun pada pemerintahan raja – raja Wangsa Sanjaya. Di kawasan ini candi dieng yang di temukan arca Dewa Syiwa yang saat ini. Masih di simpan di Museum Nasional Jakarta. Candi Ini diperkirakan dibangun dalam dua tahap, dimana tahap pertama pembangunan. Dilakukan pada sekitar  pertengahan abad ke-7 hingga awal abad ke 8. Dimana pembangunanya meliputi candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Semar,  dan Candi Gatutkaca.

Kemudian, pembangunan candi dilanjutkan pada akhir abad ke-8 yaitu sekitar tahun 780 M. Diperkirakan juga semula Candi Dieng berjumlah 400 buah, namun sekarang hanya tersisa 8 candi  yang bisa kita lihat. Candi Dieng Wonosobo juga dihuni pada kisaran awal abad ke 7 hingga awal abad ke-9. Pada tahun 1814 dan pertama kalinya candi dieng di temukan kembali dalam keadaan terendam dalam air telaga. Oleh seorang tentara inggris yang kebetulan sedang berkunjung di daerah situ. Dan hingga pada tahun 1856 dilakukan penegringan untuk memperajari. Bangunan candi yang baru di temukan, dan untuk pengeringan tersebut dipimpin oleh Van Kinbergen. Dan kemudian setelah upaya untuk pengeringan selesai, dilanjutkan dengan pembersihan bagian – bagian candi. Oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1864. Hingga penelitian di lanjutkan kembali oleh Van Kinsbegen dengan mencatat dan mengambil beberapa gambar.

Arsitek Candi

Candi – candi yang berada di Jawa Tengah bagian Utara ini memiliki ukuran yang relatif kecil. Jika di bandingkan dengan yang berada di Selatan Jawa. Seperti Candi Prambanan, candi Sewu, dan Candi Borobuddur. Selain itu, candi-candi di Wilayah dieng ini juga memiliki bentuk dan desain yang beragam. Sangat berbeda dengan Candi-candi di daerah Klaten – Yogya yang lebih dengan bentuk yang hampir mirip dan berpusat di satu titik. Baca juga tempat wisata gunung sindoro Wonosobo dan tempat wisata telaga warna wonosobo

Kompleks candi-candi di dieng memiliki luas sekitar 720 meter persegi. Kompleks-kompleks candi tersebut dibagi menjadi 4 bagian dimana 3 bagian terdapat bermacam-macam candi, sedangkan satu bagian hanya ada satu candi. Penamaan Candi dieng didasarkan pada cerita wayang dari kitab Mahabharata. Dimana Empat bagian itu adalah Arjuna yang terdiri dari 5 candi, Gathotkaca. Yang memiliki 5 Candi Dwarawati terdapat 4 candi, dan Bima yang hanya terdiri dari satu candi. Berikut penjelasan dari masing-masing bagian.

Kelompok Candi Arjuna

Komplek candi arjuna ini memiliki 5 candi yang saling berdekatan dan berada di tengah komplek candi dieng Wonosobo. Dan dimana keempat candi tersebut berjajaran dari utara ke selatan. Di sebelah selatan terdapat Candi Puntadewa, Candi Sembrada dan Candi Arjuna. Sedangkan satu candi lagi yang berada di depan Candi Arjuna yang bernama Candi Samar. Candi Puntadewa, sembrada, arjuna, dan srikandi menghadap ke arah Barat. Sedangkan Candi Semar ini menghadap ke Candi Arjuna yang tepat berada di depannya. Kompleks candi arjuna ini memiliki bangunan candi yang lebih utuh dan dalam kondisi yang paling baiak. Jika di bandingkan dengan candi – candi dieng di komplek ini.

Candi Arjuna Wonosobo

Bangunan candi arjuna yang menyerupai bangunan candi yang berada di komplek candi Gedong Songo Semarang. Yang memilliki bentuk utama persegi dengan ukuran sekitar 4 meter persegi. Dan candi ini memiliki alas yang juga cukup tinggi dimana terdapat tangga yang menuju pintu masuk. Pintu Candi Arjuna juga di lengkapi dengan sebuah gerbang yang sedikit menjorok keluar dari bagian tubuh candi. Dan di atas pintu cnadi juga terdapat pahatan kalamakara, yaitu sebuah pahatan yang menyerupai raksasa dengan taring di mulutnya. Dan biasanya orang jawa menyebutnya dengan sebutan buto. Sedangkan di samping pintu in terdapat bangkai yang sangat menjorok hingga membentuk seperti jendela. Seperti tempat ini sebelumnya terdapat arca yang di letakan didalam biliki di samping pintu tersebut.

Candi Arjuna Wonosobo

Akan tetapi saat ini anda hanya bisa melihat bilik yang kosong. Begitu juga di bagain kanan dan kiri candi yang juga terdapat bangkai seperti yang berada di depan. Bingkai tersebut diukir dengan gaya khas candi-candi India, diatas bingkai terdapat ukiran kalamakara tanpa rahang. Sedangkan dibingkai bagian bawah terdapat kepala naga. dan dibawah bilik jendela terdapat saluran air, yang biasa disebut Jaladwara. Sedangkan bagian atap candi ini yang berbentuk seperti piramid yang berundak. Dan disetiap undakan terdapat bagian yang menjorok ke dalam sebagian variasi candi. Serta di tengah dari setiap tingkat terdapat lekukan yang memiliki bingkai dan ukiran mirip dengan dinding candi. Di bagian pojok di setiap undakan juga terdapat mahkota yang sedikit runcing. Dan masuk ke dalam candi yang terdapat untuk meletakkan sesajen.

Candi Semar Wonosobo

Candi Semar Wonosobo

Candi samar yang berada di depan Candi Arjuna dan saling berhadapan. Candi ini yang berbentuk persegi panjang dengan atapnya yang berbentuk seprti rumah limas. Hanya lulus dan memang sepeti terpotong, atas dari candi semar ini memiliki tinggi sekitar 50 cm. Bangkai pintu gerbang ini terdapat ukiran kepala naga dan juga ornamen. Sedangkan di atas pintu ini terdapat ukiran kalamakara. Bagian samping kanan dan kiri terdapat lubang yang mirip seperti jendela, namun berukuran kecil. Disamping candi terdapat 4 lubang, 2 di bagian kanan dan 2 lagi di bagian kiri candi. Sedangakan pada bagian belakang terdapat 3 lubang jendela. Didalam candi hanya terdapat ruangan kosong, yang diduga dulu digunakan sebagai gudang senjata.

Candi Srikandi Wonosobo

Candi srikandi di sebelah utara candi arjuna yang terbentuk kubus alas fondasi 50 cm. Pintu candi ini agak menjorok ke depan dengan tangga mengarah ke pintu serta mengarah ke Barat. Sedangkan di dinding candi terdapat ukiran dewa-dewa agama Hindu. Di Dinding sebelah kanan terdapat ukiran dewa Wisnu, di dinding sebelah kiri terdapat ukiran Dewa Brahma. Dan pada bagian belakang candi terdapat ukiran Dewa Syiwa. Ukiran-ukiran tersebut sudah tidak terlalu jelas lagi bentuk aslinya, karena beberapa bagian ada yang rusak.

Candi Sembadra Wonosobo

Candi Sembadra Wonosobo

Candi sembadra yang terletak di sebelah candi srikandi, dan pada dasarnya ini yang berbntuk persegi dengan bagian  depan menjorok keluar. Dan begitu juga dengan bagoian samping kanan dan kiri candi yang menjorok keluar. Jika dilihat dari depan seperti piramid yang berdiri vertikal. Candi ini memiliki bentuk yang cukup unik seperti rumah bertingkat. Dimana pada bagian atas candi berbentuk seperti rumah limasan  yang dibuat dengan Batu.

Candi Puntadewa Wonosobo

Candi Puntadewa Wonosobo

Candi Puntadewa ini memiliki fondasi yang bersusun hingga mencapai tinggi 2.5 meter. Terdapat pintu dengan ukiran seperti kertas yang terhubung dengan tangga menuju ke dalam candi. Atap dari candi ini juga berbentuk datar, dan terdapat lekukan pada setiap bagian dinding atapnya yang berfungsi untuk menaruh arca. Sedangkan di dalam candi Puntadewa adalah ruangan sempit dan kosong. Di bagian dinding samping dan belakang candi juga terdapat jendela kecil yang juga dihiasi ukiran  seperti pada pintu utama. Didepan candi terdapat batu yang disusun secara bertingkat, dan dikelilingi oleh susunan batu yang dibuat seperti pagaran berbentuk persegi.

Komplek Candi Gatotkaca Wonosobo

Candi Gatotkaca Wonosobo

terdapat 5 candi di komplek candi gatotkaca, candi – candi ini adalah. Gatot kaca, candi petruk, candi gareng, Candi Nakula, dan Candi Sadewa. Dari kelima candi tersebut hanya candi gatutkaca saja yang masih berdiri kokoh hingga sekarang. Sedangkan candi-candi lainnya hanya tinggal reruntuhan batu. Candi Gatutkaca memiliki fondasi utama berebentuk persegi dengan tinggi fondasi 1 meter. Sedangkan bagian samping kanan kiri dan bagian belakang candi menjorok keluar. Dan disetiap sisi dinding candi juga terdapat lekukakn yang biasanya untuk menaruh arca.

Komplek Candi Dwarawati Wonosobo

Ini terdapat 4 candi di dalam komplek Candi Dwirawati yaitu Candi Abiyasa, Candi mArgasari, Candi Pandu, dan Candi Dwarawati. Dan  Dan Candi Dwarawati juga merupakan candi yang terlihat masih utuh di kompleks ini. Candi Dwarawati ini memiliki bentuk arsitektur candi mirip seperti Candi Gatutkaca, dimana memiliki bentuk dasar persegi. Candi ini memiliki pintu yang menghadap ke barat dan menjorok keluar.

Candi Dwarawati Wonoaobo

Sedangkan disisi-sisi lain terdapat tempat untuk menaruh arca yang membentuk sebuah lekukan ke dalam. Dibagian atas lekukan berbentuk oval yang sedikit mengerucut. Di sekitar lekukan terdapat ukiran  yang nampak sedikit rudak. Candi Dwarawati ini memiliki dekorasi atap yang hampir mirip dengan bagian dingding candi. Di bagian atap juga terdapat lekukan yang biasanya terdapat arca. Akan tetapi berukuran lebih kecil bentuk persegi panjang. Sedangkan pucak atap candi ini berbentuk datang, dan di halaman depan candi ini. Terdapat batu yang bisanya di gunakan untuk meletakan sesajan.

Candi Bima Wonosobo

Candi bima ini terletak menyendiri di atas bukit, candi ini yang mmerupakan bangunan terbesar di atara kumpulan candi dieng. Bentunya yang berbeda dari candi – candi di Jawa tengah pada umumnya. Kaki candi ini memiliki denah dasar bujur sangkar akan tetapi di setiap sisi terdapat penampilan yang agak menonjol keluar. Maka seolah-olah denah dasar Candi Bima berbentuk segi delapan. Penampil di bagian depan menjorok sekitar 1,5 m, berfungsi sebagai bilik penampil menuju ruang utama dalam tubuh candi. Penampil di ketiga sisi lainnya membentuk relung tempat meletakkan arca. Saat ini semuanya dalam keadaan kosong. Tak satupun arca yang masih tersisa.

Candi Bima Wonosobo

Bentuk atap candi ini terdiri atas 5 tingkat masing – masing tingkat ini mengikuti lekuk yang berbentuk tubuhnya. Maka ke atas semakin mengecil, setiap tingkat di hiasi dnegan pelipit padma ganda dan relung kudu. Kudu ialah arca setengah badan yang nampak se olah-olah sedang menjenguk ke luar. Hiasan semacam ini terdapat juga di Candi Kalasan. Puncak atap sudah hancur sehingga tidak diketahui bentuk aslinya.