Keindahan Bukit Tempat Wisata Batu Ratapan Angin Wonosobo

Batu Ratapan Angin Wonosobo 2010 mdpl ini sebagai kawasan wisata yang berada di dataran tinggi dieng. Atau dieng plateu yang selalu menyujuhkan wisata alam yang sangat instimewa. Serta di tambah dengan fakta bahwa daerah Dataran tinggi dieng ini berwarna pegunungan. Pegunungan dan perbukitan yang berderet indah, telaga – tealga yang sangat menawan. Kumpulan candi yang antik, goa gia alam. Yang sangat mistis, dan objek wisata lainnya yang tentu saja sangat menarik untuk di kunjungi. Salah satu obyek wisata yang terkenal dan banyak peminatnya dilihat dari kecenderungan jumlah pengunjung adalah Batu Ratapan Angin.

Batu Ratapan Angin wonosobo

Batu Ratapan Angin Wonosobo ini merupakan sebuah batu yang terdapat di Dieng atau tepatnya di atas dieng plateu theater. Di tempat ini anda dapat melihat pemandangan. Berupa dua buah telaga yaitu Telaga Warna dan Telaga Pengilon dari atas bukit. Pemandangan ini akan terlihat indah sekali hingga banyak wisata yang datang dan berfoto di lokasi ini. Di lokasi Batu Ratapan Angin Wonosobo ini terdapat dua buah Batu besar. Tempat kita berdiri menikmati pemandangan yang terletak di bawah. Ada kisah menarik seputar Batu Ratapan Angin ini terkait denga asal-usulya.

Sejarah Batu Ratapan Angin Wonosobo

Pada zaman dahulu hiduplah pasangan yang terdiri seorang pangeran yang tampan dan seorang putri cantrik jelita. Keduanya ini menjalani kasih, saling menyayangi dan bahagia di suatu wilayah. Suatu ketika ada pihak ketiga yang mencampuri hubungan percintaan keduanya. Seorang laki-laki ini begitu mempesona sehingga menarik hati sang putri. Sang Putri pun diam-diam menjalin cinta dengan lelaki tadi. Meskipun ditutupi dengan begitu sangat rapat, suatu saat keburukan pasti akan terbongkar juga. Sang pangeran ini merasakan ada yang berbeda dari sikap putri. Dan akhirnya secara diam – diam Pangeran tersebut menyelidiki ada apa sebenarnya dengan sikap keanehan sang putri.

Suatu saat sang putri keluar untuk menemui kekasih barunya. Tanpa di ketahu sang putri pangeran pun mengikuti dari belakang. Dan sampailah di sebuah bukit, sang putri bertemu dengan lelaki. Yang menjadi kekasinya dan memadu kasih di tempat yang rindang ini. Betapa terkejutnya sang Pangeran melihat kejadian itu. Tanpa menuggu lama-lama lagi, Pangeran langsung menghadik kedua pasangan tak resmi itu. Sang putri yang melihat sang Pangeran muncul tiba-tiba menjadi kaget setengah mati. Pertengkaran sengit pun terjadi diantara ketiganya. Akibat tersulut rasa emosi, sang putri berbuat nekat dengan berusaha membunuh sang Pangeran. Sang pangeran menjadi murka, dan akhirnya mengutuk sang putri dan kekasih gelapnya menjadi batu. Sang Putri menjadi batu yang duduk sedang lelaki selingkuhannya menajdi batu yang berdiri. Batu-batu ini apabila diterpa angin yang kencang akan menimbulkan suara-suara seperti rintihan. Suara ini dianggap sebagai suara tangisan keduanya dan meratapi kesalahannya. Masyarakat kemudian menamai batu tersebut dengan “Batu Ratapan Angin”.

Jalan Menuju Batu Ratapan Angin Wonosobo

Arahkan tujuanmu ke tempat wisata Dataran Tinggi Dieng, setelah sampai di tulisan besar Dataran Tinggi Dien. Ambilah jalan menuju Telaga Warna, dari tulisan tadi ambil jalan ke arah kiri. Teruskan jalan sampai tiba di Dieng Plateau Theater. Batu Pandang letaknya dekat Dieng Plateau Theater yang sudah lebih dulu terkenal. Untuk menuju Batu Pandang anda harus memarkirkan kendaraan terlebih dahulu. Di area parkir Dieng Plateau Theater ataupun tepi jalan pintu masuk Batu Pandang. Setelah itu perlu jalan kaki menyusuri perkebunan kentang sekitar 10 menit akan sampai di spot cantik ini. Ada dua jalur untuk menuju ke Batu Pandang, yaitu jalur bawah dan jalur atas. Jalur bawah terletak di area parkir Dieng Plateau Theater sedangkan jalur. Atas terletak di jalanan menuju area parkir lama Dieng Plateau Theater.

Harga Tiket Masuk Butu Ratapan Angin Wonosobo

Harga tiket untuk bisa menikmati pemandangan di batu ratapan angin Wonosobo ini relatif murah yaitu Rp. 10.000/orang.

Batu Ratapan Angin Wonosobo

Keindahan baru ratapan angin ini tidak sekedar dari Telaga warna dan panglion saja. Dari atas bukit ini anda juga bisa melihat pemandangan tebing – tebing batu di bukit – bukit terdekat. Bahkan anda juga bisa melihat candi bima, kawah sikidang, dan tempat wisata Wonosobo lainnya. Tidak hanya itu, turun dari lokasi Batu Pandang ini Anda bisa mencoba wahana Flying Fox dengan membayar Rp. 20.000. Malahan ada lagi yang unik, tepat di atas Batu Ratapan Angin, yaitu sekitar 50 meter. Ada wahana wisata buatan yang baru-baru ini dibuka, yaitu Jembatan Merah Putih. Jembatan gantung ini menghubungkan dua bukit di dekat Batu Pandang.